Rangga Sasana Akan Ajukan Penangguhan Penahanan ke Polda Jabar

Sindonews.com ยท Selasa, 18 Februari 2020 - 13:04 WIB
Rangga Sasana Akan Ajukan Penangguhan Penahanan ke Polda Jabar
Petinggi Sunda Empire, Raden Rangga Sasana mengenakan pakaian tahanan di Mapolda Jabar, Bandung. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Ki Ageng Rangga Sasana, petinggi kelompok Sunda Empire atau Kekaisaran Sunda alias Kekiasaran Matahari, mengajukan penangguhan penahanan. Selasa (18/2/2020). Pengajuan penangguhan sudah disampaikan pengacaranya Erwin Syahrudi.

"Tadi kami mendampingi proses hukum pak Rangga untuk memastikan hak-haknya didapatkan, seperti penangguhan penahanan. Kami sudah ajukan penangguhan penahanan," kata Erwin, di Mapolda Jawa Barat (Jabar), Selasa (18/2/2020).

Erwin mengatakan penangguhan penahanan diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap) selama ada penjamin orang. Surat pengajuan penangguhan penahanan sudah dilayangkan ke Ditreskrimum Polda Jabar.

"Surat pengajuan penangguhan penahanannya sudah dilayangkan. Itu (penangguhan penahanan) dibolehkan KUHAP. Alasan lain penangguhan penahananan karena tersangka (Rangga Sasana) tidak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti," ujar dia.

Selain itu, dia juga meminta salinan berita acara pemeriksaan (BAP) Rangga kepada penyidik. Hal itu untuk mengetahui kontruksi peristiwa dari perbuatan pidana yang dilakukan Rangga.

"Tadi juga kami meminta salinan BAP untuk persiapan di persidangan. Alhamdulillah penyidiknya kooperatif," kata Erwin.

Dalam kasus Sunda Empire ini, selain Rangga, penyidik Ditreskrimum Polda Jabar juga menetapkan, Nasri Banks (66) dan istrinya, Rd Ratna Ningrum (66).

Di Sunda Empire, tersangka Nasri Banks mengaku sebagai Grand Prime Minister. Sedangkan Rd Ratna Ningrum bergelar Emperor atau Kaisar Sunda Empire.

Ketiga petinggi Sunda Empire itu mengklaim memiliki dana deposito di Bank UBS Swiss sebesar USD500 juta dolar dan segera dicairkan untuk dibagikan kepada para anggota. Tak heran, ribuan orang bersedia bergabung dengan Sunda Empire.

Selain itu, Nasri dan Rangga juga mengklaim bahwa Sunda Empire merupakan dinasti yang menjadi pusat kekuasaan di dunia. Bahkan, mereka mengatakan, pada 15 Agustus 2020, seluruh pemerintahan negara di muka Bumi akan berakhir dan wajib mendaftar ulang ke Sunda Empire jika ingin diakui sebagai negara.

 


Editor : Muhammad Fida Ul Haq