PSBB Kota Tasikmalaya Diperpanjang hingga 29 Mei 2020

Asep Juhariyono ยท Senin, 18 Mei 2020 - 21:53 WIB
PSBB Kota Tasikmalaya Diperpanjang hingga 29 Mei 2020
PSBB di Kota Tasikmalaya akan diperpanjang hingga 29 Mei 2020 untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 setelah daerah ini dinyatakan sebagai zona merah. (Foto: iNews/Asep Juhariyono).

TASIKMALAYA, iNews.id - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tasikmalaya diputuskan untuk diperpanjang sampai dengan 29 Mei 2020. Kebijakan ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus corona atau Covid-19.

Keputusan memperpanjang PSBB juga mengingat Kota Tasikmalaya menyandang status daerah level 4 atau zona merah. Selain Tasikmalaya ada 13 daerah lain di Jabar juga berstatus sama berdasarkan hasil evaluasi PSBB serentak sejak 6 Mei lalu.

"Kita sudah putuskan PSBB di Kota Tasikmalaya diperpanjang karena daerah kita berstatus zona merah," kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman di kantornya, Senin (18/5/2020).

Budi meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada akan bahaya wabah corona. Masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Kita sekarang masih dalam posisi tidak aman karena di Jawa Barat ada 14 daerah yang zona merah. Kita masih masuk di zona merah itu," ujar dia.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (Foto: iNews/Asep Juhariyono).
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman. (Foto: iNews/Asep Juhariyono).

Kendati demikian, Budi menekankan, Pemkot Tasikmalaya sejauh ini mampu mengurangi penyebaran corona. Ini dibuktikan dengan tidak adanya lagi pasien dalam pengawasan (PDP). Hanya, status zona merah belum dicabut berdasarkan evaluasi tahap pertama bersama 13 kabupaten/kota lainnya.

"Karena itu kita perpanjang. Saya sudah berkirim surat kepada gubernur agar langsung diperpanjang," ucapnya.

Budi menerangkan, berbeda dengan aturan PSBB tahap pertama, seluruh toko dan mal di wilayahnya akan dikecualikan untuk tetap buka dengan batas waktu tertentu saat pelaksanaan PSBB tahap 2 mulai 20 sampai 29 Mei 2020.

Keputusan pengecualian saat PSBB tahap dua itu atas pertimbangan sektor ekonomi masyarakat dengan waktu buka yang ditetapkan setiap harinya mulai pukul 10.00 WIB-16.00 WIB.

"Kita pertimbangkan dari sisi ekonomi sosial budaya dan wilayah yang kita fokuskan di tiga kecamatan relatif landai penyebaran, jadi kita berikan waktu beroperasi," kata dia.


Editor : Zen Teguh