get app
inews
Aa Text
Read Next : Bripda Dirja yang Diduga Tewas Dianiaya Senior Ternyata Anak Polisi, Ini Kata Sang Ayah

Propam Polda Sulsel Periksa 6 Personel Usut Kematian Bripda Dirja Diduga Dianiaya Senior

Senin, 23 Februari 2026 - 11:40:00 WIB
Propam Polda Sulsel Periksa 6 Personel Usut Kematian Bripda Dirja Diduga Dianiaya Senior
Propam Polda Sulsel memeriksa 6 personel terkait kematian Bripda Dirja yang diduga tewas dianiaya senior di Makassar. (Foto: Ist)

MAKASSAR, iNews.id - Propam Polda Sulawesi Selatan memeriksa enam personel untuk mengusut kematian Bripda Dirja Pratama (19), bintara muda Samapta yang meninggal dunia di RSUD Daya, Minggu (22/2/2026). Kematian korban diduga akibat penganiayaan oleh senior.

Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Pol Zulham Effendy mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa. Proses pendalaman dilakukan secara profesional dan transparan.

“Ada enam orang yang telah kami periksa terkait meninggalnya korban,” ujar Kombes Zulham, Minggu (22/2/2026).

Selain memeriksa enam personel, Propam memindahkan jenazah Bripda Dirja ke RS Bhayangkara Makassar. Langkah ini dilakukan untuk pemeriksaan medis dan forensik lanjutan.

“Kami juga telah memindahkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Kombes Zulham menegaskan jumlah personel yang diperiksa bisa bertambah. Pendalaman dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran disiplin atau tindak kekerasan.

“Dengan serangkaian pemeriksaan yang kami lakukan, sangat dimungkinkan akan ada tambahan personel yang diperiksa,” ucapnya.

Bripda Dirja Pratama yang diduga tewas dianiaya senior merupakan anak polisi aktif anggota Polres Pinrang. Kabar duka ini memicu kesedihan mendalam keluarga.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengaku terkejut atas kepergian anaknya. Dia menyebut komunikasi terakhir tidak menunjukkan kondisi sakit serius.

“Itulah yang mau dicari tahu, apakah ada dugaan korban dianiaya seniornya. Ada darah keluar dari mulutnya,” ujar Aipda M Jabir di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Senin (23/2/2026).

Aipda Jabir menyatakan akan menempuh jalur hukum jika terbukti ada penganiayaan.

"Saya akan menempuh proses hukum untuk meminta keadilan. Bila ada penganiayaan, kami serahkan ke penyidik Polda Sulsel untuk mengungkap tuntas siapa pelaku penganiayaan," katanya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Bripda Dirja yang diduga dianiaya senior masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik. Propam Polda Sulsel memastikan proses penyelidikan berjalan objektif dan berbasis bukti.

Editor: Donald Karouw

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut