Polisi Ungkap Sindikat Internasional, Ketua RW: Sabu-Sabu 402 Kg Dikemas Seperti Bola

Antara ยท Kamis, 04 Juni 2020 - 13:18 WIB
Polisi Ungkap Sindikat Internasional, Ketua RW: Sabu-Sabu 402 Kg Dikemas Seperti Bola
Barang bukti sabu-sabu seberat 402 kg dari sindikat narkoba internasional di Sukabumi. (Foto Divisi Humas Polri).

SUKABUMI, iNews.id - Tim Satgasus Bareskrim Polri mengungkap kasus sindikat narkoba internasional di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 402 kilogram dikemas seperti bola plastik.

"Sabu-sabu itu dikemas seperti bola plastik," Ketua RW 25 Villa Taman Anggrek, Kecamatan Sukaraja, Mohamad Rifki Miftahudin di Sukabumi, Kamis (4/6/2020).

Rifki mengatakan rumah yang menjadi tempat penyimpanan sabu-sabu tersebut baru disewa oleh pasangan suami istri. Selama ini, Rifki tidak melihat ada kecurigaan terhadap penghuni rumah.

"Rumah itu baru dua hari disewa oleh pasangan suami istri dan selama ini tidak menunjukkan adanya aktivitas yang mencurigakan," kata dia.

Menurut dia, aktivitas sehari-hari pasutri tersebut seperti biasa, layaknya orang baru pindahan seperti mengangkut barang rumah tangga dan beberapa boks kontainer. Selain itu, keluarga ini pun sempat lapor untuk menyewa rumah untuk menjadi penghuni baru di perumahan ini.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangkap 6 orang pelaku berinisial BK, I, S, NH, R dan YF di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Para pelaku mempunyai peran berbeda.

Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan tiga pelaku Anak Buah Kapal (ABK) dan 1 orang kapten kapal. Pelaku lain dua orang menyiapkan mobil mengangkut narkoba dan rumah untuk menyimpan sabu-sabu tersebut.

Penungkapan kasus narkoba tersebut bermula informasi yang diterima terjadi transaksi narkoba jenis sabu-sabu dari Iran dengan metode ship to ship di tengah laut Samudera Hindia. Kemudian tim menelusuri dan menggeledah rumah kosong di wilayah Sukaraja. Hasilnya ditemukan sabu-sabu seberat 402 kg di rumah tersebut.

Atas perbuatan tersebut, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.


Editor : Faieq Hidayat