Polisi Tertibkan Penyapu Koin di Jembatan Sewo Indramayu, Ingatkan Bahaya Jalur Mudik
INDRAMAYU, iNews.id - Polisi menertibkan penyapu koin di Jembatan Sewo, jalur Pantura Indramayu, seiring meningkatnya arus mudik Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.
Penertiban penyapu koin ini dilakukan oleh jajaran Polsek Sukra. Petugas memberikan imbauan secara humanis agar warga tidak lagi melakukan aktivitas mengambil koin di pinggir jalan.
Kapolsek Sukra Iptu Andi Supriyatna menegaskan bahwa langkah ini bertujuan melindungi semua pihak, baik pemudik maupun warga yang berada di lokasi.
“Ya, kita melihat sama-sama mengambil langkah penertiban terhadap para penyapu. Kita amankan juga alat yang dipakai sambil kita tetap mengedukasi mereka ini untuk tidak melakukan penyapu jalan di pinggir jalan. Untuk keselamatan para pemudik dan mereka juga,” ujar Andi dikutip dari iNews Indramayu, Selasa (17/3/2026).
Selain memberikan imbauan, petugas juga mengamankan alat yang digunakan dalam aktivitas penyapu koin. Hal ini dilakukan untuk mencegah warga kembali turun ke jalan.
Menurut Andi, aktivitas penyapu koin sangat berbahaya karena warga harus mengambil uang di tengah jalan saat kendaraan melintas.
“Sangat bahaya, pak. Mereka ini ngambil uang yang dilempar ke tengah jalan, sementara arus mudik di sini sudah mulai padat,” katanya.
Polisi juga mengimbau para pengendara agar tidak melempar koin di jalan. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara dan spanduk di sekitar lokasi.
“Kita sudah melaksanakan imbauan melalui toa dan spanduk untuk tidak melempar koin karena sangat membahayakan bagi para pengguna jalan maupun pengambil koin itu sendiri,” ucapnya.
Meski penertiban penyapu koin terus dilakukan, aktivitas ini masih bertahan karena faktor ekonomi. Salah satunya diungkapkan Natmi (54), warga Kecamatan Sukra.
Dia mengaku telah puluhan tahun menjalani aktivitas tersebut sebagai mata pencaharian. Bahkan, kebiasaan ini sudah ada sejak generasi sebelumnya.
“Ini sudah turun-temurun. Sudah lama sekali. Bisa 10 tahun, 20 tahun, bahkan lebih. Dari dulu sudah ada, dari zaman orang tua juga sudah ada,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Natmi mengatakan, meski berisiko, dia tetap menjalani aktivitas tersebut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Ya kadang deg-degan juga, tapi sudah biasa. Namanya juga cari makan. Kita ini sudah tua, butuh makan, butuh jajan,” katanya.
Setiap musim mudik, aktivitas penyapu koin di Jembatan Sewo memang meningkat. Banyaknya kendaraan yang melintas membuat peluang mendapatkan uang lebih besar, meski risiko kecelakaan juga semakin tinggi.
Keterbatasan pekerjaan menjadi alasan utama warga tetap bertahan. Natmi mengaku tidak memiliki pilihan lain untuk mencari penghasilan.
“Ya karena kebutuhan. Sudah tidak kerja di sawah juga. Jadi ya begini saja. Walaupun capek, ya dijalani saja,” ucapnya.
Upaya penertiban sebenarnya sudah sering dilakukan oleh aparat dan pemerintah daerah. Namun, tanpa solusi alternatif pekerjaan, aktivitas ini sulit dihentikan.
“Iya, ada. Polisi sama pemerintah sudah sering ngomong, dibilang baik-baik. Tapi ya tetap saja, masih banyak yang melakukan,” kata Natmi.
Fenomena penertiban penyapu koin di Jembatan Sewo ini menjadi potret persoalan sosial di jalur mudik. Di satu sisi berbahaya bagi keselamatan, namun di sisi lain menjadi sumber penghidupan bagi sebagian warga.
Editor: Donald Karouw