Polisi Sidak Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal di Kampung Kuyambut Garut

Antara ยท Kamis, 25 Juli 2019 - 07:16:00 WIB
Polisi Sidak Aktivitas Penambangan Pasir Ilegal di Kampung Kuyambut Garut
Ilustrasi tambang pasir. (Foto: Sindonews)

GARUT, iNews.id – Petugas Polsek Tarogong bersama unsur aparatur pemerintah inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penambangan pasir ilegal di Kampung Kuyambut, Desa Tanjungkamuning, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Rabu (24/7/2019). Mereka meminta warga setempat untuk menghentikan aktivitas ilegal itu.

Kapolsek Tarogong Kaler Ipda Asep Saepudin mengatakan, selama ini banyak laporan dari masyarakat yang khawatir terhadap dampak dari penambangan pasir. Apalagi, lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga.

“Banyak laporan dari warga soal galian ini. Mereka khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan warga sekitar,” katanya.

Asep mengatakan, lokasi galian pasir di Kuyambut memang berdampingan dengan permukiman penduduk, yakni Perumahan Putri Dinar Lestari. Setiap aktivitas pertambangan mengganggu ketenangan warga. Warga khawatir dan takut terjadi longsor sewaktu-waktu jika aktivitas penambangan pasir terus dilakukan.

“Warga khawatir jika terjadi longsor dan menimpa warga,” katanya.

Menurut dia, berdasarkan rencana tata ruang kawasan penambangan, Desa Tanjung Kamuning, Kecamatan Tarogong Kaler, merupakan kawasan yang dilarang untuk aktivitas pertambangan. “Daerah ini bukan untuk lokasi galian, melainkan untuk lokasi penataan wilayah,” katanya.

Asep menambahkan, dari hasil peninjauan ke lokasi penambangan itu, pemerintah daerah akan menghentikan aktivitas galian pasir. Dengan begitu, masyarakat merasa tentram, tenang, dan nyaman.

“Kami juga memanggil pemilik Galian C atas nama saudara Jajat, serta mengimbau kepada pemda melalui pemerintahan setempat untuk menerbitkan surat teguran kepada pemilik tambang,” katanya.

Sementara warga Perumahan Putri Dinar Lestari, Yuni (25) mendukung tindakan tegas dari kepolisian ke lokasi penambangan pasir yang selama ini sudah meresahkan warga perumahan. Dia berhararap galian itu bisa segera dihentikan. “Karena kami khawatir terjadi longsor,” katanya.

Editor : Maria Christina