Polisi Pastikan Pelayan Warteg di Cirebon Tewas Bukan Dibunuh

Toiskandar ยท Jumat, 27 Desember 2019 - 22:30 WIB
Polisi Pastikan Pelayan Warteg di Cirebon Tewas Bukan Dibunuh
Warung Tegal Bahari di Ciledug, Kabupaten Cirebon masih dipasangi garis polisi terkait kasus pembunuhan terhadap pelayan warteg tersebut. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Teka-teki kematian Nurlaeli, pelayan warung Tegal (Warteg) Bahari di Ciledug Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban tewas bukan karena dibunuh melainkan mengidap penyakit TBC akut hingga terjadi pendarahan hebat.

Kapolres Cirebon, AKBP M Yahduddi mengatakan, petugas sudah memeriksa sejumlah saksi dan alat bukti namun tidak ada unsur penganiayaan maupun perampokan. “Barang-barang berharga milik korban berupa sepeda motor, handphone dan uang juga masih tersimpan rapi di warung,” katanya, Jumat (27/12/2019).

Kepastian korban bukan dibunuh, kata kapolres, dikuatkan dari hasil autopsi Rumah Sakit Sartika Asih Bandung. “Hasil autopsi juga tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan meski dari mulut dan hidung korban yang banyak mengeluarkan darah,” katanya.

Dari hasil autopsi tersebut, kata dia, petugas memastikan korban tewas akibat penyakit TBC akut yang dideritanya.

BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Pelayan Warteg di Cirebon, Polisi Periksa 7 Saksi 

Kakak korban, Muhidin mengakui, adiknya memiliki riwayat penyakit TBC. Namun, tidak pernah mau diajak periksa ke dokter. “Tiap kali diajak periksa ke dokter tidak pernah mau.,” ucapnya.

Diketahui, Nurlaeli (35) pelayan warung nasi Warteg Bahari, tempatnya bekerja, ditemukan tewas dalam posisi tertelungkup dengan kondisi wajah terluka dan banyak mengeluarkan darah pada Selasa 24 Desember 2019.

Petugas yang melakukan olah TKP, menemukan ada dua titik bercak darah, yakni di bagian dapur dan bagian depan warung nasi.


Editor : Kastolani Marzuki