Polisi Bongkar Perdagangan Perempuan di Cianjur, 4 Korban Dijadikan PSK

Antara, Andi Ichsan ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 19:30 WIB
Polisi Bongkar Perdagangan Perempuan di Cianjur, 4 Korban Dijadikan PSK
Polres Cianjur menangkap dua pria muncikari dan empat perempuan korban perdagangan manusia. (Foto: Antara)

CIANJUR, iNews.id - Polres Cianjur, Jawa Barat menyelamatkan empat perempuan yang diduga hendak dijual dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan perumahan elit Kota Bunga, Kecamatan Cipanas, Cianjur.

Selain mengamankan empat korban, polisi juga menangkap dua pria yang diduga sebagai muncikari.

Wakapolres Cianjur, Kompol Jaka Mulyana mengatakan, dua pria atas nama DD dan AP yang diduga muncikari itu ditangkap atas laporan warga sekitar yang resah dengan aktivitas pelaku yang menjajakan wanita di dalam mobil pada wisatawan asing.

Atas laporan tersebut, Satreskrim Polsek Pacet, mengintai dan menangkap dua pelaku serta mengamankan empat orang korban yang hendak dijual melayani wisatawan asing dari dalam mobil minibus bernopol F 1835 YG.

"Ini keempat kalinya kami berhasil mengagalkan penjualan wanita untuk dijadikan pemuas nafsu wisatawan asing yang menginap di sejumlah vila di perumahan Kota Bunga di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas," katanya, Selasa (11/2/2020).

Berdasarkan keterangan pelaku, kata Kompol Jaka, satu perempuan dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp700.000 sampai Rp1 juta untuk batas waktu yang cukup lama. Perempuan yang dijual mendapat jatah 70 persen dari setiap melayani tamu.

"Kami akan terus menggencarkan razia di lokasi tersebut, untuk menekan prostitusi di kawasan tersebut. Pelaku akan dijerat dengan Pasal 2 dan 10 tentang perdagangan orang dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara," katanya.

Kompol Jaka mengimbau agar seluruh lapisan warga ikut serta membantu petugas dalam mewujudkan Cianjur bebas dari prostitusi."Kalau menemukan kegiatan prostitusi, silahkan laporkan agar segera kami tindak," katanya.

Korban perdagangan orang, M mengaku uang yang didapat setiap kali melayani tamu, dipotong mucikari sebesar Rp200.000 untuk penganti transpor dan uang penghubung.

"Satu kali main saya dihargai mulai dari Rp.700.000 sampai Rp1 juta, dipotong mucikari Rp200.000. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki