Polda Jabar Periksa 6 Aktivis KAMI Selama 7 Jam, Status Masih Saksi

Agus Warsudi, Sindonews ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 22:38:00 WIB
Polda Jabar Periksa 6 Aktivis KAMI Selama 7 Jam, Status Masih Saksi
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung, Rabu (10/7/2020).(Foto: iNews/Mujib Prayitno)

BANDUNG, iNews.id - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat (Jabar) memeriksa enam aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jabar selama tujuh jam di Makoditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (15/10/2020). Hingga malam ini, status keenamnya masih saksi.

Informasi yang diperoleh, keenam aktivis KAMI Jabar yang diperiksa penyidik Polda Jabar itu yakni, Presidium KAMI Jabar Roby Win Kadir; Presidium KAMI Jabar Prio; dan Bendahara KAMI Jabar Lusiana. Kemudian, dua aktivis KAMI Jabar, Oktavianus dan Amin Bukhairy, serta pemilik Posko KAMI Jabar, Wahyu Hidayati.

"Pemeriksaan dimulai dari jam 10. Kemudian selesai pemeriksaan ini kurang lebih jam 5 sore tadi," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (15/10/2020).

Para aktivis KAMI Jabar tersebut dicecar lebih dari 10 pertanyaan terkait dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Jabar, Brigadir Polisi (Brigpol) M Azis saat demonstrasi Omnibus Law berujung ricuh pada Kamis (8/10/2020) petang. Mereka juga dicecar terkait keterlibatan KAMI aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berujuk ricuh dan anarkistis.

"Lebih dari 10 pertanyaan. Sementara ini masih diperiksa keterangan sebagai saksi," ujar Kombes Pol Erdi.

Diberitakan, enam orang yang tergabung dalam KAMI Jabar diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda Jabar, Kamis (15/10/2020). Pemeriksaan ini dilakukan terkait kasus penyekapan dan penganiayaan yang dialami Brigadir Polisi (Brigpol) M Azis, anggota Polri yang bertugas di Polda Jabar di sebuah rumah Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, Kamis (8/10/2020) petang.

Penyekapan dan penganiayaan terjadi pascaunjuk rasa anarkistis menolak Omnibus Law pecah di depan Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.

Direktur Direktorat Reskrimum Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi sebelumnya mengatakan, pemeriksaan terhadap pengurus KAMI Jabar untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap Bripol Azis.

"Mereka berstatus sebagai saksi. Selain kasus penganiayaan, mereka juga dimintai keterangan terkait keterlibatan dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law yang berujung ricuh," ujar Kombes Pol CH Patoppoi.


Editor : Maria Christina