Pilu! 2 Bocah Kakak Adik di Sumedang Disiram Air Keras oleh OTK hingga Luka Permanen
SUMEDANG, iNews.id - Dua bocah kakak beradik di Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut terjadi dalam dua kejadian berbeda yang kini sedang diselidiki polisi.
Korban masing-masing berinisial RPF (9) dan adiknya KSHZ (5). Kasus ini terungkap setelah adanya laporan medis dari rumah sakit yang merawat korban ke polisi.
Kasat Reskrim Polres Sumedang AKP Tanwin Nopianasah menjelaskan, kedua korban mengalami peristiwa penyiraman dalam waktu yang berbeda, yakni pada 12 Mei dan 15 Juni.
“Memang kami menerima laporan dua orang anak diduga menjadi korban penyiraman air keras. Untuk anak sudah kami amankan di rumah aman Dinas Pemberdayaan. Perlindungan Perempuan dan Anak,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Dia menyebut, kasus pertama menimpa KSHZ (5) saat korban baru turun dari mobil usai berkunjung ke kerabat di Wado, Sumedang. Saat hendak buang air kecil, korban diduga dibuntuti OTK sebelum disiram cairan ke bagian wajah.
Sementara itu, kasus kedua dialami kakaknya, RPF (9), yang disiram cairan diduga air keras usai pulang bermain sepak bola.
AKP Tanwin mengungkapkan, kedua korban mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Salah satu korban bahkan mengalami dampak permanen pada bagian tubuhnya.
“Kondisi anak mengalami luka permanen di mata sebelah kiri dan belakang. Untuk korban dua orang kakak adik,” katanya.
Saat ini, kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan perlindungan di rumah aman yang dikelola Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sumedang.
Polisi masih menyelidiki intensif untuk mengungkap pelaku di balik kejadian tersebut. Tim penyidik juga melibatkan Unit Resmob Sumedang untuk memperkuat proses pengumpulan bukti dan keterangan saksi.
“Kami masih memeriksa sekitar keluarga korban. Kami masih mendalami mengarah ke pelaku dari lingkungan keluarga,” ujar AKP Tanwin.
Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut dan masih menelusuri kemungkinan motif serta pelaku yang terlibat. Sementara korban sudah mendapat perlindungan sementara serta layanan kesehatan dan psikososial.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan.
Editor: Donald Karouw