Peternak Bebek Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Bandung Barat

Yuwono ยท Minggu, 19 Agustus 2018 - 22:14 WIB
Peternak Bebek Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk di Bandung Barat
Tim Inafis Polres Cimahi, Bandung Barat mengidentifikasi korban tewas yang diduga dibunuh di Cipatat, Minggu (19/8/2018). (Foto: iNews.id/Yuwono)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Warga Gunung Masigit, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa barat, digemparkan dengan kasus pembunuhan yang terjadi di wilayahnya, Minggu (19/8/2018). Korban diketahui bernama Wiwin Winarya, warga Kampung Cibogo, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat.

Jasad korban ditemukan di perkebunan tepatnya di belakang pabrik batu kapur, Cipatat dengan kondisi tubuh penuh luka tusuk. Korban diketahui seorang peternak bebek.

Salah seorang saksi, Muhidin mengatakan, korban diketahui sudah terbujur kaku di sema-semak dengan kondisi tubuh penuh luka. “Saya kenal wajah korban. Dia dulunya kerja di PT, tapi sekarang punya ternak sendiri,” katanya.

Penemuan korban tewas kemudian dilaporkan ke polisi. Muhidin mengaku selama ini korban baik-baik saja sama tetangga dan tidak pernah mendengar ada masalah. “Tidak ada masalah apa-apa. Dia baik orangnya,” ucapnya.

Petugas Inafis Polres Cimahi yang tiba di lokasi langsung mengidentifikasi korban. Dari hasil identifikasi diketahui terdapat tiga luka tusuk di tubuh korban, yakni di perut dan leher. Polisi juga mengamankan kartu identitas korban, sejumlah uang tunai, kunci motor dan sebilah golok.

Kapolsek Cipatat, Kompol Asep Nandang mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab tewasnya korban apakah dibunuh atau ada sebab lain. “Kita dapat laporan dari warga sekitar pukul 10.14 WIB. Petugas kemudian meluncur ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian. Tapi, kita belum bisa pastikan apakah korban tewas bunuh diri atau dibunuh. Ini masih kita selidiki,” tandasnya.

Setelah diidentifikasi, polisi kemudian mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Kartika Asih untuk diautopsi. Sedangkan beberapa barang bukti yang diamankan dibawa ke Mapolres Cimahi untuk kepentingan penyelidikan.



Editor : Kastolani Marzuki