Petani di Subang Tewas Kesetrum Jebakan Listrik Tikus yang Dipasang di Sawah

Yudy Heryawan Juanda ยท Jumat, 22 November 2019 - 19:27 WIB
Petani di Subang Tewas Kesetrum Jebakan Listrik Tikus yang Dipasang di Sawah
Lokasi petani di Subang, Jawa Barat yang tewas kesetrum jebakan listrik yang dipasang untuk membunuh hama tikus, Jumat (22/11/2019). (Foto: iNews/Yudy Heryawan Juanda)

SUBANG, iNews.id - Seorang petani di Subang, Jawa Barat tewas tersengat listrik di areal pesawahan Jumat (22/11/2019) sore. Ironisnya, korban tewas tersengat jebakan listrik yang dipasangnya sendiri untuk membasmi hama tikus.

Wahyudin (35) warga Kampung Bakanros, Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, ditemukan tewas di pematang sawah miliknya. Dari informasi yang dihimpun, korban hendak menangkap tikus di areal pematang sawah yang sudah dipasangi aliran listrik dari mesin genset miliknya.

Nahas saat mengejar tikus, korban terpeleset dan terkena jebakan sendiri hingga tewas di tempat. Pemasangan jebakan listrik di areal pesawahan memang dilakukan para petani sekitar karena dinilai efektif untuk membasmi hama tikus.

Keluarga yang ditinggalkan masih tampak syok dan sedih. Mereka terdiam melihat jenazah korban yang dibaringkan di rumah duka.

BACA JUGA: Tersengat Listrik, 1 Pekerja Proyek Jembatan di Salatiga Tewas dan 3 Luka Berat

Setelah dimandikan dan disalatkan, keluarga langsung memakamkan jenazah korban di tempat pemakaman umum sekitar rumah duka.

Menurut salah satu kerabat korban, Endang, banyak petani di daerah tersebut menggunakan kawat beraliran listrik. Kawat-kawat ini dipasang di pematang sawah untuk membunuh hama tikus.

“Mayoritas petani di sini memang pakai setrum, meski dari kepala desa sudah ada himbauan, karena resikonya seperti ini, bisa meninggal,” katanya.

Sebelumnya, pemerintahan desa sudah mengimbau para petani untuk tidak menggunakan listrik dalam menanggulangi hama tikus. Sayangnya petani tetap menggunakannya karena merasa segala cara telah dilakukan untuk membasmi tikus namun tidak berhasil.


Editor : Umaya Khusniah