Perumahan Giri Asih Mirip Lokasi Longsor Cimanggung, BNPB Peringatkan Pemda KBB

Adi Haryanto ยท Jumat, 12 Maret 2021 - 16:36:00 WIB
Perumahan Giri Asih Mirip Lokasi Longsor Cimanggung, BNPB Peringatkan Pemda KBB
Perumahan yang dibangun di Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, KBB, berdekatan dengan bukit mirip lokasi longsor di Cimanggung, Sumedang. (Foto: iNewes.id/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT, iNews.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Munardo memperingatkan proyek pembangunan perumahan di Desa Giri Asih, Kecamatan Batujaja, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pasalnya pembangunan kompleks perumahan itu lokasinya berada di bawah lereng bukit yang telah dipapas dengan kemiringan 30-50 derajat,

Lokasi perumahan seperti itu memiliki risiko cukup tinggi terjadi bencana tanah longsor, seperti peristiwa longsor yang terjadi di Ciamanggung, Kabupaten Sumedang, beberapa waktu lalu.

"Bukit di atas permukiman warga di Desa Giri Asih, Kecamatan Batujajar, KBB, ini memiliki potensi longsor yang sangat tinggi karena kemiringannya curam. Saya bayangkan jika ini dibiarkan kasusnya mungkin akan mirip seperti longsor yang terjadi di Sumedang pada 9 Januari lalu," kata Doni, Jumat (12/3/2021).

Menurutnya, belajar dari tragedi longsor Sumedang menimbulkan korban jiwa 40 orang, pemerintah daerah harus memperhatikan kajian geologi sebelum mengizinkan proyek berjalan. Kontur tanah di lokasi longsor Cimanggung, Sumedang tidak jauh berbeda dengan di Giri Asih Batujajar, sehingga harus ada langkah pencegahan.

Dia meminta agar Pemda KBB dan Pemprov Jabar segera mengkaji di lokasi-lokasi serupa dengan melibatkan para pakar. Nanti hasil kajian pakar harus jadi patokan apakah aman atau tidak. 

"Pakar akan tahu bagaimana pondasi dan struktur tanah di sini. Kalau pakar bilang jangan ada pembangunan, turuti, masyarakat juga jangan ngotot. Kalau tidak ya korban akan berjatuhan," ucapnya. 

Terkait hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda), KBB, Asep Sodikin bakal mengevaluasi semua dokumen perizinan perencanaan pembangunan kompleks perumahan oleh PT Awani tersebut. Dirinya belum bisa memberikan jawaban soal apakah pembangunan perumahan tersebut bisa dilanjutkan atau tidak mengingat memiliki potensi bencana longsor yang cukup tinggi. 

"Kita akan mengevaluasi semua dokumen perizinannya, dan mengundang ahli geologi untuk melakukan kajian. Jika ahli mengatakan tidak bisa dilanjutkan, kita akan hentikan perizinannya," ujarnya. 

Menurutnya, soal izin pembangunan perumahan tersebut pengembang sudah melengkapi syarat penerbitan izin pembangunan sejak 2019. Namun pembangunan baru dilakukan pada 2021 itu pun baru pengerasan lahan. "Yang jelas kita akan evaluasi lagi, bisa saja tidak sesuai kaidah lingkungan, sehingga harus ditinjau ulang," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi

Follow Berita iNewsJabar di Google News

Bagikan Artikel: