Perjuangan Yuliana-Yuliani, Kembar Siam yang Sukses Jadi Dokter dan Nutrisionis

Furqon Munawar ยท Selasa, 23 Juli 2019 - 03:03 WIB
Perjuangan Yuliana-Yuliani, Kembar Siam yang Sukses Jadi Dokter dan Nutrisionis
Mantan bayi kembar siam, Yuliana sukses menjadi nutrisionis dan meraih gelar doktor di IPB dengan predikat cumlaud. (Foto: iNews.id/Furqon Munawar)

BOGOR, iNews.id – Masih ingat sosok Yuliana-Yuliani? Bayi kembar siam yang lahir dengan kepala dempet vertikal, namun berhasil dipisahkan lewat operasi pemisahan 30 tahun silam.

Kini, kedua sosok kembar siam itu sudah beranjak dewasa. Dulu, banyak yang skeptis sosok kembar siam Yuliana-Yuliana akan tumbuh normal, bahkan banyak pakar mengumbar pernyataan bahwa keduanya akan mengalami cacat mental.

Faktanya, kini Yuliana-Yuliani, putri pasangan Tularji dan Hartini asal Tanjung Pinang, Kepulauan Riau berhasil tumbuh dan berkembang sehat, serta cerdas. Keduanya juga menjadi dua sosok yang berhasil dan menginspirasi.

Yuliana sukses menyelesaikan studi doktoralnya di Institus Pertanian Bogor (IPB) dengan nilai cumlaude (indeks prestasi kumulatif 4). Yuliana pun kini menjadi nutrisionis dan bekerja di salah satu perusahaan swasta bergengsi di kawasan industri Sentul, Bogor, Jawa Barat. Sedangkan adiknya, Yuliani berhasil menggapai cita-citanya menjadi dokter.

Sebagai sosok kembar siam, Yuliana memberi semangat pada siapa pun yang terlahir sama dengannya untuk tidak merasa rendah diri.

“Kesempatan untuk maju senantiasa terbuka lebar, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika dia tidak mau berupaya untuk mengubahnya,” katanya ditemui di Kampus IPB Bogor, Senin (22/7/2019).

Dia menuturkan, sejak kecil selalu didik oleh orang tuanya untuk selalu bersyukur. Sebab, sejarah dari awal kelahirannya penuh risiko dan perjuangan. “Kami manusia yang harus tahu diri, karena untuk bisa hidup saja sudah syukur alhamdulillah. Kami berdua satu pembuluh darah harus dibagi dua. Ini kan riskan sekali, namun dengan izin Allah kami berhasil dipisahkan dengan selamat,” katanya.

Karena itu, dia selalu berusaha untuk selalu menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. “Alhamdulillah, kami bisa mewujudkan cita-cita kami untuk bisa membantu orang lain,” ucapnya.

Dia pun berpesan kepada orang yang senasib dengannya untuk tidak pernah merasa rendah diri atau minder dengan kondisinya. "Waktu anak-anak memang pernah ada rasa itu (minder), tapi lingkungan kami mendukung penuh. Kami juga terlecut dengan omongan miring dari orang lain. Karena itu, harus terus usaha karena usaha itu tidak pernah menghilangkan hasil," katanya.


Editor : Kastolani Marzuki