Perahu Dihantam Ombak, 3 Nelayan di Pangandaran Terseret 15 Km

Agus Warsudi, Sindonews ยท Minggu, 21 Juni 2020 - 06:25 WIB
Perahu Dihantam Ombak, 3 Nelayan di Pangandaran Terseret 15 Km
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban nelayan yang terseret ombak di Pangandaran. (Foto/Humas Basarnas Bandung).

PANGANDARAN, iNews.id - Perahu nelayan yang melaut di Pantai Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dihantam ombak. Akibatnya tiga nelayan Yasim (45), Dede Hadna (37) dan Yaya (37), terseret ombak sejauh 15 kilometer.

Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) atau Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung Deden Ridwansah mengatakan, ketiga korban ditemukan dalam keadaan selamat sejauh 15 kilometer dari lokasi kejadian awal perairan Pelabuhan Cikidang. Ketiga korban kemudian dibawa ke Pelabuhan Cikidang menggunakan perahu nelayan.

"Pada pukul 15.05 WIB, korban Yasim, Dede, dan Yaya, tiba di Pelabuhan Cikidang dan dievakuasi ke RS Pandegan Pangandaran," kata Deden, Sabtu (20/6/2020).

Deden mengatakan SAR Bandung menerima informasi terkait nelayan yang terjatuh ke laut akibat perahu terempas ombak besar pukul 09.00 WIB dari Iwan anggota SAR MTA.

Berdasarkan laporan yang diterima, ujar Deden, korban Yasim, Dede, dan Yaya, berangkat melaut pada Kamis (18/6/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Ketiga nelayan itu harusnya pulang malam itu ataupun jika terlambat pada Jumat pagi. Namun hingga Jumat malam ketiga korban belum juga pulang. Kemudian nelayan menemukan tanki bensin milik korban ditemukan di daerah Bulakbenda kurang lebih 15 km dari perkiraan lokasi kejadian," ujar Deden.

Sedangka barang milik korban berupa telepon seluler (ponsel), tutur Deden, ditemukan di Banjarwaru, Ciparanti sejauh sekitar 30 km dari perkiraan perahu korban terbalik akibat terempas ombak. "Sementara, perahu korban ditemukan di Pantai Legok Jawa," tutur Kepala Basarnas Bandung.

Setelah menerima laporan, SAR Bandung memberangkatkan satu tim rescue dari Pos SAR Tasikmalaya menuju lokasi kejadian untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan korban.


Editor : Faieq Hidayat