Penyelidikan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak

Didin Jalaludin · Selasa, 31 Agustus 2021 - 12:46:00 WIB
Penyelidikan Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polisi Terjunkan Anjing Pelacak
Warga memadati TKP pembunuhan ibu dan anak di Jalan Cagak Subang, saat dilakukan penyelidikan oleh polisi. (Foto: Istimewa)

SUBANG, iNews.id - Polisi menurunkan anjing pelacak di lokasi pembunuhan ibu dan anak, Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Hal ini dilakukan polisi untuk mencari bukti tambahan di sekitar TKP.

Anjing pelacak itu sengaja didatangkan dari K9 Dit Samapta Polda Jabar untuk membantu proses penyelidikan. Sementara penyelidikan polisi sudah berlangsung selama sepekan lebih sejak pembunuhan Tuti Suharti (55) dan Amelia Mustika Ratu (23) pada 18 Agustus 2021. 

Terpantau, anjing tersebut mengitari rumah dan menelusuri kebun yang berada di lokasi kejadian. Belum diketahui apa yang ditemukan anjing pelacak tersebut. 

Selain tim dari Polres Subang dan Polda Jabar, di lokasi juga tampak Kapolres Subang AKBP Sumarni. Selain itu polisi juga menghadirkan Yosep beserta istri mudanya berinisial M. Kehadiran mereka didampingi kuasa hukumnya masing-masing Rohman Hidayat dan Robert Marpaung.

Yosep yang merupakan suami korban Tuti dan anaknya Amelia datang mengenakan jaket olahraga dan topi berwarna merah. Dia menyaksikan proses penyelidikan lanjutan di rumahnya yang menjadi tempat ditemukannya jasad anak dan istrinya dalam bagasi Alphard.

Tidak hanya Yosep dan istri mudanya M, pada kesempatan itu juga hadir sejumlah keluarga korban Tuti, di antaranya anak pertama korban, Yoris (34), serta kakak korban, Yeti (59). Warga sekitar di perkampungan itu juga tanpak berdatangan. Mereka ingin melihat proses olah TKP yang menerjunkan anjing pelacak tersebut. Akibatnya kondisi ini membuat lalu lintas jalan raya di lokasi kejadian sesekali macet.

Sementara itu, olah TKP kali ini dilakukan tertutup dan tidak boleh dihadiri awak media. Bahkan, hingga Selasa (31/8/2021) hari ini polisi belum memberikan keterangan resmi dari hasil olah TKP tersebut.

Sebelumnya, kuasa hukum Yosep, Rohman Hidayat mengklaim, pihaknya memiliki alibi kuat jika kliennya tidak terlibat dalam pembunuhan itu. Pada saat kejadian Yosep berada di rumah istri mudanya di Serangpanjang Subang.

"Klien kami baru pulang ke rumah di Ciseuti pada pukul 07.15 dan melihat kondisi rumah sudah terbuka dan terdapat bercak darah. Pada waktu itu Pak Yosep mengira terjadi perampokan," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: