Pencarian Korban dan Pesawat Lion Air JT-610 Libatkan Ratusan Personel
JAKARTA, iNews.id – Sedikitnya 350 personel SAR gabungan dikerahkan untuk mencari korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat (Jabar). Mereka berasal dari para relawan, Basarnas, anggota TNI/Polri dan PMI.
“Sampai saat ini sudah ada 350 petugas gabungan, nanti ditambah lagi untuk mempercepat evakuasi,” kata Deputi Operasi Basarnas Nugroho Budi W dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (29/10/2018).
Selain itu dukungan proses pencarian juga melibatkan ratusan nelayan setempat yang ikut bergabung dalam misi penyelamatan dan evakuasi. Sebelumnya, para nelayan dan warga di sekitar lokasi tempat jatuhnya pesawat type B737-8 Max mengaku mendengar suara keras di pagi hari.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, sudah menyiagakan personel, ambulans dan kebuthan lainnya untuk membantu proses evakuasi dan pencarian korban pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut.
Dia menyampaikan, saat ini tim gabungan dari Polri, BPBD, dan TNI masih melakukan pencarian korban di perairan Karawang-Bekasi. ”Di sekitar pesisir Utara Karawang wilayah Pakisjaya ini terdapat 100 nelayan. Mereka sudah diminta membantu pencarian korban," katanya.
Sementara itu, tim elite personil TNI Angkatan Laut (AL), Komando Pasukan Katak (Kopaska) sudah bersiap untuk melakukan penyelaman mengecek bangkai pesawat di perairan Karawang.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Kolonel Laut (P) M Zaenal mengatakan, sejumlah kapal perang telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi korban dan bangkai pesawat.
"KRI Sikuda-863, KRI Tenggiri-865 dan Kal Kobra-867 sudah berada di lokasi ditemukannya serpihan pesawat. Selain itu, TNI AL juga mengerahkan KRI Rigel-933 yang memiliki kemampuan mendeteksi keberadaan benda dalam air,” ujarnya.
Editor: Donald Karouw