Pencarian Emmeril di Sungai Aaree Tetap Dilanjutkan, Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak

Agus Warsudi ยท Jumat, 03 Juni 2022 - 10:17:00 WIB
Pencarian Emmeril di Sungai Aaree Tetap Dilanjutkan, Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak
Tim SAR menyisir Sungai Aaree, Kota Bern, Swiss, untuk mencari Emmeril Kahn Mumtadz. (FOTO: Kemlu)

BANDUNG, iNews.id - Operasi pencarian terhadap Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jabar Ridwan Kamil, tetap dilanjutkan. Hari ini, Kepolisian Maritim Kota Bern mengerahkan sejumlah anjing pelacak dengan keahlian khusus untuk melacak keberadaan Emmeril.

"Pencarian terhadap keponakan kami, Emmeril Kahn Mumtadz, tak berhenti hingga keluarga dapat kembali bertemu dengan Emmeril dalam keadaan apa pun yang diridahai Allah SWT. Hari ini untuk pencarian tim SAR menerjunkan anjing pelacak," kata Elpi Nazmuzzaman, adik kandung Ridwan Kamil di Kota Bern, Swiss dalam konferensi pers virtual, Jumat (3/6/2022). 

Elpi menyatakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan istri Atalia Praratya, keluarga besar, telah mengikhlaskan Emmeril. "Terkait status Eril yang telah dinyatakan wafat oleh MUI Jabar, bisa dijelaskan oleh keluarga di Bandung," ujar Elpi.

Penegasan sama bahwa pencarian Emmeril tetap dilanjutkan dalam status apapun, terus dilakukan disampaikan oleh Erwin Muniruzzaman. Tim SAR Kota Bern akan berupaya semaksimal mungkin untuk menemukan Emmeril di Sungai Aaree

"Status Emmeril (yang telah dinyatakan wafat) tak menghentikan pencarian hingga ditemukan dalam kondisi apapun," kata Erwin Muniruzzaman, dalam konferensi pers virtual itu di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung.

Terkait status Emmeril yang telah dinyatakan wafat, Erwin Muniruzzaman menyatakan, setelah pencarian selama delapan hari tak juga membuahkan hasil, perwakilan keluarga berkonsultasi dengan para ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar pada Kamis (2/6/2022).

Setelah konsultasi, ujar Erwin, keluarga bersama para ulama di MUI Jabar menggelar sholat gaib untuk Emmeril. "Selain itu, MUI Jabar pun telah menyerukan kepada masyarakat Islam di Jawa Barat menggelar sholat gaib untuk keponakan kami, Emmeril," ujar Erwin.

Menurut Erwin, keluarga sangat mencintai Emmeril Kahn Mumtaz. Erwin melihat Eril lahir, bertumbuh kembang sampai terakhir. Tetapi Allah SWT lebih mencintai Eril. "Kami sangat mencitai Emmeril. Kami melihat dari kecil tumbuh kembang sampai terakhir. Tetapi allah lebih mencintai Eril," tutur Erwin. 

Emmeril, kata Erwin, tumbuh sebagai pemuda muslim yang berakhlak. Emmeril berangkat ke negeri yang jauh untuk menuntut ilmu. Begitupun saat beraktivitas di Kota Bern, Swiss, Emmeril melaksanakan olahraga yang disarankan Rasulullah, yaitu berenang.

Bahkan saat berenang, Emmeril telah mempertimbangkan siapa yang boleh turun ke sungai, sehingga hanya tiga orang yang diizinkan. Semoga dengan akhlaknya, Emmeril khusnul khotimah.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika Emmeril melakukan kesalahan. Begitu juga keluarga, mohon dimaafkan jika melakukan kesalahan," ucap Erwin.

Diberitakan sebelumnya, KH Rachmat Syafei mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga Moch Ridwan Kamil yang disampaikan dalam pertemuan pada Kamis 2 Juni 2012 pukul 1900-19.30 WI6 di Kantor MUI Jawa Barat, diperoleh penjelasan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil beserta istri Atalia Praratya telah mengikhlaskan sepenuhnya dan meyakini bahwa ananda tercinta Emmeril Kahn Mumtadz meninggal dunia karena tenggelam. 

KBRI di Swiss memyampaikan bahwa pihak otoritas setempat sudah mengubah status pencarian ananda tercinta Emmeril Kahn Mumtadz, dari yang tadinya berstatus mencari orang yang hilang (massing person) menjadi status mencari orang yang tenggelam (drowned person). Hal ini mengisyaratkan bahwa orang yang dicari dimungkinkan sudah meninggal dunia. 

"Dengan memperhatikan keterangan dan penjelasan dari pihak keluarga sebagaimana dijelaskan di atas, maka dengan memperhatikan ketentuan syara”, jenazah harus segera disholatkan. Karena jenazah tidak/belum ditemukan maka shalat jenazah dilakukan dengan cara sholat gaib," ujar Ketua MUI Jabar.

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel: