Pemprov Jabar Janji Fasilitasi Tuna Netra Alumni Wyata Guna Bandung

Antara ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 17:47 WIB
Pemprov Jabar Janji Fasilitasi Tuna Netra Alumni Wyata Guna Bandung
Wagub Bandung Uu Ruzhanul Ulum, Rabu (15/1/2020) (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) berjanji memfasilitasi penyandang disabilitas netra alumni Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Bandung. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sudah menemui mahasiswa tuna netra yang melakukan aksi diam diri.

Uu mengatakan Pemprov Jabar siap memenuhi segala kebutuhan para penyandang disabilitas, termasuk menyediakan program vokasi sebagaimana yang mereka dapat di Balai Wyata Guna. Dia membujuk para penyandang disabilitas untuk menempati UPTD Panti Sosial Rehabilitasi milik Dinas Sosial di Cibabat, Kota Cimahi, tempat empat siswa penyandang disabilitas sejak tahun lalu tinggal.

"Adik-adik, sekarang hayu kita ke sana, sementara fasilitas- fasilitas lain nanti kita penuhi, bertahap, kalau ada kekurangan bertahap kita penuhi sesuai kemampuan yang ada," kata Uu, Rabu (15/1/2020).

BACA JUGA:

Sempat Terisolasi Lebih dari Sepekan, Akses ke Desa Cileuksa Sukajaya Bogor Sudah Bisa Dilalui

Puluhan Tuna Netra Gelar Aksi di Trotoar, Protes Peralihan Wyata Guna Bandung dari Panti Jadi Balai

Namun penyandang disabilitas yang berdemonstrasi bersikukuh ingin tinggal di Wyata Guna.

"Dari pada kekeuh-kekeuh, kemudian malah terjadi hal yang tidak diinginkan, dimanfaatkan oleh pihak- pihak tertentu, lebih baik kita ke Cibabat, sambil ditempuh proses yang diusahakan," kata Uu.

Usai berdialog dengan para demonstran, Uu mendapati sosialisasi mengenai perubahan status Wyata Guna dari panti menjadi balai sudah dilakukan sejak setahun lalu. Ada sejumlah penghuni yang keberatan keluar dari Balai Wyata Guna dengan alasan pekerjaan, pendidikan, dan tempat tinggal.

Karena penghuni lama menolak, calon penghuni baru tidak dapat masuk ke balai. Uu menegaskan perubahan status Wyata Guna dari panti ke balai merupakan kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial.

Sesuai aturan, ia mengatakan, penghuni Wyata Guna tidak dapat selamanya tinggal karena masih banyak disabilitas lain yang punya hak untuk memanfaatkan fasilitas Wyata Guna.

"Bukan berarti kami tidak peduli kepada mereka," kata Uu.

 


Editor : Muhammad Fida Ul Haq