Pemkot Bandung Minta Pengelola Tempat Hiburan Rapid Test Pengunjung

Antara ยท Jumat, 03 Juli 2020 - 18:10 WIB
Pemkot Bandung Minta Pengelola Tempat Hiburan Rapid Test Pengunjung
ilustrasi rapid test: iNews.id

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat meminta para pengelola tempat hiburan, klub malam dan karaoke, melakukan rapid test kepada pengunjung. Langkah itu sebagai persyaratan dilonggarkan sektor tersebut di tengah pandemi Covid-19.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan hal tersebut perlu dilakukan karena potensi interaksi orang-orang di tempat hiburan cukup tinggi.

"Yang menjadi persoalan besar adalah, kalau di ruang karaoke, apa jaminannya pengunjung dan pemandu lagu itu tidak ada kontak fisik. Itu yang belum bisa dijawab oleh pengelola tempat hiburan ini. Bahkan saya sarankan setiap pengunjung idealnya dilakukan rapid test (tes cepat)," kata Ema di F3X Club, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan apabila ada pengunjung yang dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan rapid test, maka dilarang masuk. Bahkan, dia menganjurkan seseorang itu bisa langsung ditangani petugas medis.

Dia juga mengapresiasi inisiatif pengelola yang bakal mencatat identitas pengunjung meski tidak mudah. Namun dia tidak menampik pengunjung tempat hiburan tersebut ingin bersifat anonim dengan tidak diketahui identitasnya.

Dia mengatakan jika identitas pengunjung diketahui maka dapat memudahkan petugas kesehatan dalam melakukan pelacakan apabila ada kasus Covid-19 di tempat tersebut.

"Bila nanti di sini terjadi sesuatu seperti terpapar Covid-19, kita sangat mudah melacak, karena kejadian itu orang yang hadir bakal terlacak. Nanti dilacak oleh kita, dia datang dari mana, koneksi dari mana saja," kata dia.

Meski demikian, katanya, keputusan pembukaan tempat hiburan malam ada di tangan Wali Kota Bandung, sehingga nantinya saat rapat evaluasi, persiapan tempat hiburan untuk beroperasi, dapat disampaikannya.

"Saya kan menyarankan (rapid test). Kalau pengusaha hiburan kan bukan investor kecil, mereka sebetulnya mampu," kata dia.

Pengelola F3X Club, Alvin menyanggupi permintaan pemerintah tersebut. Nantinya, hal tersebut bakal disiapkan pihaknya bersama Perkumpulan Pegiat Pariwisata Bandung (P3B).

"Kalau karyawan semuanya sudah, tamu pun nanti kita semua akan kita rapid test. Jadi mereka pun akan lebih senang, akan lebih nyaman, kalau semua pengunjung dirapid test. Kami terima usulan itu," katanya.

Terkait pembebanan biaya rapid test, dia sedang melakukan penyesuaian. Dia belum memastikan, apakah biaya tersebut akan dibebankan kepada pengunjung atau disediakan secara gratis oleh pengelola.

"Itu yang sedang kita godok di asosiasi (P3B), apakah ini akan dibebankan ke pengunjung atau jadi beban pengusaha," katanya.


Editor : Faieq Hidayat