Pemkot Bandung Kini Punya 2 Puskesmas Ramah Disabilitas

Yogi Pasha ยท Senin, 12 November 2018 - 16:39 WIB
Pemkot Bandung Kini Punya 2 Puskesmas Ramah Disabilitas
Wakil Wali Kota Yana Mulyana meresmikan UPT Puskesman Salam, Kelurahan Cihapit, Kota Bandung, Jabar, Senin(12/11/2018). (Foto: Humas Pemkot Bandung)

BANDUNG, iNews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini memiliki pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang ramah disabilitas. Dua puskesmas itu, yakni UPT Puskesmas Salam Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan dan UPT Puskesmas Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo.

Meskipun baru dua dari 80 Puskesmas yang ada, Pemkot Bandung kini memiliki pusat kesehatan masyarakat yang ramah disabilitas. Dua Puskesmas itu berada dk UPT Puskesmas Salam, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung Wetan dan UPT Puskesmas Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, kehadiran  dua puskesmas yang ramah pada penyandang disabilitas itu menjadi bukti komitmen dari Pemkot Bandung memberikan pelayanan kesehatan yang adil dan merata bagi semua masyarakat, tidak terkecuali pada penyandang disabilitas. Apalagi sejak 2017 lalu, ibu kota Provinsi Jawa Barat itu mencanangkan diri sebagai kota inklusi.

“Ini bukti Pemkot Bandung peduli pada hak kaum disabilitas sehingga hak kesehatan pun dipenuhi,” ungkap Yana Mulyana usai meresmikan Puskesmas Ramah Disabilitas di UPT Puskesmas Salam, Senin (12/11/2018).

Setelah peresmian dua layanan kesehatan tingkat pertama ini, lanjutnya, Pemkot Bandung akan mengupayakan 80 puskesmas yang ada di Kota Kembang menjadi ramah disabilitas. Namun, hal itu tentunya memerlukan tahapan dan proses, mulai dari sisi infrastruktur hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) di dalamnya.

“Harus bertahap karena ramah disabilitas bukan hanya soal guiding block (jalan pemandu) saja. Tapi tenaganya juga harus ada yang bisa jadi interpreter. Teman-teman di dua puskemas ini pun begitu. Sudah dilatih terlebih dahulu,” paparnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Bandung, Rita Verita menjelaskan, Puskesmas Ramah Disabilitas merupakan puskesmas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi penyandang disabilitas. Untuk mewujudkannya, Dinas Kesehatan Pemkot Bandung telah mempersiapkan fasilitas bagi para penyandang disabilitas.

Fasilitas itu di antaranya, guiding block atau jalan pemandu tunanetra, ram atau tangga landai untuk tunadaksa, handle atau pegangan tangan, serta penempatan huruf Braille di loket pendaftaran maupun loket obat.

“Insya Allah, kami mengharapkan setiap tahun ada (penambahan jumlah) Puskesmas Ramah Disabilitas. Tujuannya agar penyandang disabilitas dapat secara mandiri datang ke puskesmas tanpa pendamping,” katanya.

Khusus untuk persiapan tenaga sumber daya manusia (SDM), Rita mengatakan, sebelumnya telah melatih para tenaga pendamping disabilitas (gapentas) dari dua puskesmas. Mereka mendapat materi pelatihan membaca menulis huruf Braille, bahasa isyarat, dan belajar sensitivitas untuk tunanetra.

“SDM juga perlu dipersiapkan sehingga penyandang disabilitas yang datang bisa berkomunikasi aktif dengan petugas kami,” ujar Rita.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Salam, Liawaty Tarigan mengatakan, sebanyak 100-150 pasien per hari datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Khusus untuk penyandang disabilitas, baru 2-3 orang per hari. Kebanyakan pasien datang dari luar wilayah kecamatan karena posisinya berada di perbatasan.

“Secara infrastruktur puskesmas ini sudah memadai. Dinamakan Ramah Disabilitas karena puskesmas ini kan harus ramah untuk penyandang tunanetra, tunadaksa, tunarungu, tunawicara dan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus),” katanya.


Editor : Maria Christina