Pemkab Garut Akan Bantu Warga Miskin Bayar Utang ke Rentenir, Ini Syaratnya

Antara ยท Rabu, 08 April 2020 - 15:33 WIB
Pemkab Garut Akan Bantu Warga Miskin Bayar Utang ke Rentenir, Ini Syaratnya
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman (Foto: dok. Pemkab Garut)

GARUT, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, menyiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk membantu warga terdampak virus corona. Bantuan itu untuk membayar utang rentenir.

"Anggaran yang disiapkan nanti peruntukannya bagi masyarakat bawah yang terjerat rentenir," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di Garut, Jawa Barat, Rabu (8/4/2020).

Dia menjelaskan pemerintah daerah telah mencari solusi berbagai persoalan dampak dari wabah corona. Salah satunya menyelesaikan masalah warga kurang mampu yang tidak bisa bayar utang ke rentenir.

Jika utang rentenir itu tidak dibayar, kata Helmi, akan semakin merugikan masyarakat karena harus membayar bunga utang yang tinggi.

"Kalau dibiarkan warga yang meminjam bisa semakin terbebani karena bunganya yang tinggi, bunganya biasanya mencekik," kata dia.

Bantuan pelunasan utang rentenir itu, menurut dia memiliki syarat tertentu yakni kalangan keluarga miskin dengan nilai utang kepada rentenir kurang dari Rp1 juta.

"Utangnya misal Rp400 ribu, Rp500 ribu, Rp600 ribu atau yang nyicil per hari Rp20 ribu, Rp30 ribu akan diganti oleh Pemda," kata Helmi.

Masyarakat, kata dia, yang memiliki utang dengan besaran di bawah Rp1 juta bisa melaporkan langsung ke RT dan RW, selanjutnya dilaporkan ke pemerintah desa dan kecamatan untuk diklarifikasi.

Helmi juga meminta kepada pihak rentenir yang meminjamkan uang untuk melaporkan ke kecamatan terkait data warga dan besaran uang pinjamannya.

"Bagi rentenir itu bisa menghubungi camat setempat," kata Helmi.

Syarat lainnya, kata Helmi, masyarakat yang sudah dibantu pelunasannya harus berjanji di atas materai yakni tidak akan meminjam uang lagi ke rentenir.

"Jadi setelah dilunasi, jangan sampai pinjam kembali, dan yang meminjamkan jangan menagih lagi, semua sudah di atas materai," ucap dia.


Editor : Faieq Hidayat