get app
inews
Aa Text
Read Next : Tangis Ibu Korban Peluru Nyasar Marinir Pecah di DPRD Jatim, Minta Keadilan untuk Anak

Pemerintah Beri Kenaikan Pangkat Anggota TNI yang Gugur di Lebanon

Sabtu, 21 Juli 2018 - 14:18:00 WIB
Pemerintah Beri Kenaikan Pangkat Anggota TNI yang Gugur di Lebanon
Prosesi pemakaman almarhum Koptu Mar Ajat Wahyudin (Anumerta). (Foto: iNews/Mohamad Zeni Johadi).

MAJALENGKA, iNews.id - Pemerintah Indonesia melalui TNI AL memberikan kenaikan pangkat istimewa kepada anggota Kontingen Garuda United Nations Interim Forces In Lebanon (UNIFIL) yang gugur saat melaksanakan tugas sebagai pasukan pemelihara perdamaian dunia di Lebanon. Kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan tertinggi dari negara untuk almarhum Kopda Mar Ajat Wahyudin yang meninggal pada Senin (16/7/2018) lalu.

Pemakaman jenazah almarhum Kopda Mar Ajat Wahyudin, personel Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis (Yonmek) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-L/UNIFIL dipimpin langsung oleh Brigadir Jenderal Endi Supardi di Desa Parakan, Kecamatan Leuwimunding dengan cara militer. Keluarga almarhum terlihat sedih saat melepas kepergian marinir kebanggaan Indonesia itu untuk yang terakhir kali.

“Kami merasa kehilangan beliau yang telah dipanggil yang maha kuasa. Dia merupakan salah satu putra daerah Majalengka terbaik yang bergabung di TNI AL. Pangkat beliau tadinya Kopda, kami berikan kenaikan pangkat menjadi Koptu Mar Ajat Wahyudin (Anumerta). Ini bentuk penghargaan tertinggi dari negara untuk beliau,” kata Endi, di pemakaman desa setempat, Sabtu (21/7/2018).

Sebelumnya, berdasarkan keterangan tertulis yang disampaikan Pusat Penerangan TNI, beberapa saat setelah terkena serangan jantung Kopda Mar Ajat Wahyudin terlebih dahulu dievakuasi dari OP5 UNP 7-1 menuju Husada Hospital menggunakan ambulans.

”Saat tiba di Husada Hospital langsung mendapatkan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung dan paru oleh Lettu Ckm dr Sherly kepada Kopda Ajat,” bunyi keterangan Puspen TNI yang diterima iNews.id, Selasa (17/7/2018).

Melihat kondisi Ajat yang semakin menurun, segera dilaksanakan evakuasi menggunakan helikopter oleh Air Medical Evacuation Team (AMET) yang dipimpin Colonel Micalef dari Perancis menuju markas Indobatt UNP 7-1.

”Segera dilakukan penanganan yang antara lain pemasangan masker oksigen, pemasangan alat pengukur kadar oksigen dalam darah serta dilakukan resusitasi jantung dan paru dengan menggunakan alat kejut jantung,” lanjut pernyataan tersebut.
 
Micalef selanjutnya melaporkan kepada Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto bahwa Kopda Ajat meninggal dunia pada 16 Juli 2018 sekitar pukul 19.25 waktu setempat. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke rumah sakit Rafiq Hariri Beirut untuk dilaksanakan autopsi dan direncanakan jenazah disemayamkan di KBRI Beirut sebelum diterbangkan menuju Indonesia.

Almarhum meninggalkan satu orang istri dan dua orang anak dengan alamat rumah duka di Blok Jumat, RT 01, RW 07, Desa Parakan, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Editor: Muhammad Saiful Hadi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut