Pasutri WNA Prancis Jadi Korban Curas, Sempat Terseret Angkot Pelaku 100 Meter

Yuwono ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 19:56 WIB
Pasutri WNA Prancis Jadi Korban Curas, Sempat Terseret Angkot Pelaku 100 Meter
Pasutri asal Prancis yang menjadi korban curas dihadirkan saat pemaparan kasus di Mapolres Cimahi, Jabar, Selasa (6/8/2019). (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.id – Pasangan suami istri (pasutri) WNA asal Prancis menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) oleh sopir angkot yang mereka tumpangi di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Kedua korban bahkan luka-luka setelah terseret angkot hingga sejauh 100 meter saat mencoba merebut kembali ponselnya.

Petugas Satreskrim Polres Cimahi berhasil meringkus pelaku curas dan penadah hasil pencurian, Selasa dini hari (6/8/2019), kurang dari 24 jam setelah kejadian pada Senin malam (5/8/2019). Pelaku, Diki Rizky merupakan sopir angkot jurusan Bogor-Cipanas, Kabupaten Cianjur.

“Salah satunya adalah residivis di Bogor terhadap tindak pidana yang sama beberapa waktu lalu di Kecamatan Cisarua, Bogor,” kata Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara di Mapolres Cimahi, Selasa (6/8/2019).


Kapolres Cimahi mengatakan, kejadian berawal saat pasutri bernama Oliver Roger dan Chole Jeanne Marie, melakukan perjalanan dari Jakarta, Bogor, dan Cianjur. Mereka selanjutnya hendak menuju Bandung.

Kedua turis Prancis ini awalnya akan menggunakan jasa transportasi kereta api. Namun saat di Cipanas, keduanya dibujuk sopir angkot untuk mencarter kendaraannya dengan harga lebih murah.

Keduanya pun setuju. Di tengah perjalanan, sang sopir tiba-tiba menghentikan kendaraan. Dia meminta keduanya untuk melanjutkan perjalanan dengan taksi. Alih-alih memberi bantuan kepada dua turis asing, sang sopir malah mengambil ponsel milik WNA itu dan kabur.

“Ternyata pelaku memanfaatkan situasi itu dengan alasan akan menghubungi taksi untuk korban. Maka pelaku meminjam ponsel korban, tapi ternyata tidak digunakan untuk menghubungi taksi, melainkan dibawa lari oleh pelaku,” katanya.


Pasutri WNA Prancis menjelaskan bagaimana mereka sempat berusaha merebut kembali ponsel yang dicuri sopir angkot hingga terseret. (Foto: iNews/Yuwono)

Pasangan turis itu sempat mencoba merebut kembali ponsel yang dirampas pelaku dengan cara menahan pintu angkot dan menahan dari belakang. Namun, pelaku malah tancap gas tanpa mempedulikan kondisi turis yang terseret hingga terjatuh. Beruntung kedua korban bisa selamat meskipun luka-luka di kepala, wajah, dan lengan.

“Jadi, korban sempat megggantung ke angkot, kemudian terseret kurang lebih 100 meter hingga mengalami luka-luka,” ujar Rusdy.

Petugas Satreskrim Polres Cimahi berhasil meringkus sopir angkot yang menjadi pelaku saat hendak menjual ponsel hasil curiannya kepada seorang penadah di wilayah Cianjur. Penadah itu juga turut diamankan.

Polisi mengamankan barang bukti mobil angkot yang digunakan oleh pelaku beraksi dan ponsel milik turis Prancis. Akibat perbuatannya, pelaku diganjar dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Saat ini kedua korban sudah pulih setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Pasutri itu berterima kasih kepada Satreskrim Polres Cimahi yang berhasil menangkap pelaku dan menemukan kembali ponsel mereka.

“Terima kasih sudah menangkap pelaku dan menemukan kembali ponsel kami,” ujar korban Chole Jeanne bersama suaminya.

Sementara sopir angkot, Diki Rizky beralasan mencuri ponsel turis Prancis itu karena terdesak untuk membayar setoran kepada majikannya. “Saya melihat mereka terseret,” kata Diki.


Editor : Maria Christina