Pilgub Jabar

Paslon Hasanah Laporkan Akun Medsos Penyebar Kampanye Hitam

Yogi Pasha · Rabu, 14 Maret 2018 - 14:44:00 WIB
Paslon Hasanah Laporkan Akun Medsos Penyebar Kampanye Hitam
Anggota Tim Advokasi dan Hukum Hasanah, Indra Sudrajat menyerahkan berkas laporan kampanye hitam kepada anggota Bawaslu Jabar di Sentra Gakkumdu. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Tim Advokasi dan Hukum pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, TB Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah) melaporkan salah satu akun media sosial (medsos) yang menyerang pihaknya. Dugaan serangan kampanye hitam (black campaign) itu langsung dilaporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar, Rabu (14/3/2018).

Menurut anggota Tim Advokasi dan Hukum Hasanah, Indra Sudrajat, pihaknya melaporkan akun Instagram bernama perisai.rakyat21 yang diduga telah melakukan serangan kampanye hitam dan fitnah terhadap pasangan Hasanah. Salah satu postingan akun yang diperkarakan yakni, memelesetkan singkatan Hasanah (Hasanudin-Anton Amanah) menjadi Hasetan (Hasanudin-Anton Setan).

Postingan berupa gambar dan tulisan itu diposting akun tersebut pada Selasa 13 Maret 2018 sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, postingan tersebut baru ditemukan tim Hasanah pada Rabu (14/3/2018) pagi dan langsung dilaporkan.

"Kami menemukan di Instagram ada yang memposting gambar dan kata-kata yang tidak pantas yang dialamatkan kepada pasangan Hasanah. Ini sudah keterlaluan," kata Indra Sudrajat, seusai melaporkan dugaan kampanye hitam itu ke Gakkumdu Bawaslu Jabar, Jalan Turangga, Kota Bandung.

Indra mengatakan, selama ini pasangan Hasanah memang kerap mendapat "serangan" dan difitnah macam-macam di medsos. Namun kali ini, tim menilai postingan tersebut sudah keterlaluan, hingga akhirnya memilih jalur hukum dnegan melaporkan dugaan kampanye hitam itu ke Bawaslu Jabar. "Setelah dari Bawaslu ini kami akan laporkan juga ke Polda Jabar," ujarnya.

Indra berharap, Bawaslu dan Polda Jabar segera menindaklanjuti laporan tersebut dan secepatnya mengungkap dan menangkap pemilik akun maupun aktor intelektualnya. Apalagi, Bawaslu dan Polda Jabar pun telah mendeklarasikan menolak hoax dan kampanye hitam.

Menurut Indra, yang paling dikhawatirkan pihaknya ialah dampak serangan-serangan seperti itu bisa memicu konflik horizontal dan membuat pilkada jadi tidak kondusif. Oleh karena itu, ia meminta Bawaslu dan kepolisian segera mengungkap kasus-kasus seperti ini.

Editor : Donald Karouw