One Way Berakhir, Tol Cipali Macet Belasan Kilometer hingga Palikanci
CIREBON, iNews.id – Situasi arus balik di ruas Tol Cipali hingga Tol Palikanci mengalami kemacetan parah mencapai belasan kilometer, Kamis (26/3/2026) siang. Kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta terpantau hanya bisa bergerak merayap, bahkan sesekali tak bergerak sama sekali di beberapa titik.
Kondisi ini terjadi menyusul berakhirnya penerapan sistem satu arah atau one way pada Rabu sore kemarin, yang memicu penumpukan volume kendaraan di jalur utama.
Pantuan iNews, kemacetan panjang terlihat mulai dari ruas Tol Palikanci hingga memasuki Tol Cipali KM 188, Kabupaten Cirebon. Arus lalu lintas yang didominasi mobil pribadi dan bus antarkota hanya bisa dipacu dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam.
Meledaknya volume kendaraan pada H+5 Lebaran ini diperparah dengan banyaknya pemudik yang nekat beristirahat di bahu jalan. Selain itu, adanya kepadatan di pintu masuk rest area KM 164 Majalengka turut menjadi pemicu utama simpul kemacetan yang mengular belasan kilometer.
Berdasarkan data dari pihak Astra Tol Cipali, sejak pukul 08.00 WIB tercatat sebanyak 21.000 kendaraan melintasi Gerbang Tol Palimanan. Meski angka ini menunjukkan penurunan sebesar 31 persen dibandingkan periode yang sama sehari sebelumnya, namun kepadatan di jalur tetap tidak terhindarkan.
"Rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 2.700 unit per jam. Meskipun secara total ada penurunan dibanding kemarin, namun sisa penumpukan kendaraan dari berakhirnya one way masih berdampak pada kepadatan siang ini," ujar pengelola Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, Kamis (26/3/2026).
Pihak kepolisian dan pengelola jalan tol mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri berhenti di bahu jalan karena sangat membahayakan dan memicu kemacetan lebih luas.
Gelombang arus balik kendaraan roda empat diprediksi akan kembali meningkat signifikan pada sore hingga malam hari nanti. Para pengemudi diminta memastikan ketersediaan saldo kartu tol dan bahan bakar yang cukup sebelum memasuki ruas tol agar tidak menambah hambatan di jalur mudik.
Editor: Kastolani Marzuki