Oknum Guru Pukul Siswa di Bekasi, Ridwan Kamil: Jadikan Pelajaran

Antara ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 09:47 WIB
Oknum Guru Pukul Siswa di Bekasi, Ridwan Kamil: Jadikan Pelajaran
SMA Negeri 12 Bekasi, Kamis (13/2/2020) (Foto:iNews/ Rahmat Hidayat)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Emil mengatakan kasus oknum guru memukul siswanya di SMA Negeri 12 Bekasi harus menjadi pelajaran. Dia meminta perbuatan tersebut tidak ditiru.

"Saya imbau supaya semua guru menjadikan peristiwa ini sebagai hikmah dan pelajaran dan tentunya yang bersangkutan sudah diberi tindakan tegas oleh Pemprov Jabar," kata Kang Emil di Gedung Sate Bandung, Jumat (14/2/2020).

Dia meminta semua orang yang ingin menjadi guru harus sabar. Kang Emil menyebut karakter anak berbeda-beda dan harus dihadapi dengan hati-hati.

"Saya mengimbau kalau sudah punya niat berprofesi sebagai guru harus sabar. Karena anak itu karakternya beda-beda ada yang kuat otak kiri ada yang otak kanan, ada yang motoriknya lebih aktif, ada yang pendiam. Harus dengan rasa sayang karena murid itu melihat guru sebagai orang tua," kata dia.

Kang Emil sudah mengutus Dinas Pendidikan Provinsi Jabar untuk mengusut kasus tersebut dan informasi terbaru. Oknum guru itu sudah diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakasek Kesiswaan sekaligus status guru di sekolah tersebut.

"Info terkini yang bersangkutan sudah dipecat sebagai guru dan jabatan di situ akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut masuk ranah pidana atau tidak itu sedang diteliti. Tapi per hari ini sesuai perintah saya kepala disdik sudah melakukan pemberhentian," kata dia.

Disdik Jabar bergerak cepat dalam pemeriksaan terhadap kasus itu dan memberikan sanksi tegas terhadap setiap tindakan yang bertentangan dengan hukum. Kepala SMAN 12 Bekasi mengeluarkan Surat Keputusan nomor 421/617/SMAN.12/BKS/XI/2019 yang secara resmi mencopot oknum guru tersebut dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

"Disdik Jabar bertindak tegas dalam menanggapi kasus (pemukulan di SMAN 12 Bekasi) ini. Sudah tidak zamannya lagi melakukan kekerasan untuk membina siswa supaya menjadi benar," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dewi Sartika.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq