Oded dan Yana Siap Menjalankan Program 100 Hari Ngabersihan Bandung

Yogi Pasha ยท Kamis, 20 September 2018 - 18:08 WIB
Oded dan Yana Siap Menjalankan Program 100 Hari Ngabersihan Bandung
Wali Kota Bandung Oded M Danial. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id –  Oded M Danial dan Yana Mulyana resmi menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2018-2023. Kepala daerah terpilih ini siap menjalankan Program 100 Hari Ngabersihan Bandung.

Wali Kota BandunG Oded M Danial mengatakan, selama lima tahun ke depan akan membawa semangat dan menyempurnakan kota berjuluk Paris Van Java lebih unggul dalam berbagai bidang, nyaman dihuni, sejahtera warganya, dan menjunjung nilai agamis.

Untuk merealisasikan visi tersebut, pasangan Oded M Danial dan Yana Mulyana akan memulainya dengan program “Bandung Beresih” yang mencakup berbagai aspek yakni lingkungan, infrastruktur, birokrasi, jaminan sosial, kerja sama dan terutama Sumber Daya Manusia (SDM).

“Beberesih Bandung tidak terlepas dari keterlibatan Mang Oded selama ini terhadap isu lingkungan. Salah satunya ketika 13 tahun yang lalu, Kota Bandung mengalami bencana longsor di TPA Leuwi Gajah. Waktu itu Mang turut serta mencari alternatif TPA pengganti Leuwi Gajah,” ujar Mang Oded di Gedung Sate, Kamis (20/9/2018).


Sebagai wujud nyata mengatasi persampahan di Kota Bandung, Mang Oded akan mengoptimalkan Program KangPisMan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Program ini diharapkan jadi jawaban persoalan sampah yang menyentuh hingga faktor-faktor mendasarnya.

“Kesadaran untuk menanggulangi persoalan persampahan dari hal-hal mendasar harus kita tumbuhkan secara terus menerus. Konsisten, konsekuen dan masif. Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah,” katanya.

Gerakan KangPisMan merupakan kependekan dari kata Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah. Kurangi sampah berarti setiap warga memiliki kesadaran untuk menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan. Seperti kertas bekas, botol bekas yang sekiranya masih bisa digunakan ulang maka ditahan terlebih dahulu dan tidak dibuang.

Pisahkan sampah berarti warga memiliki kesadaran untuk memisah sampah saat membuangnya. Di negara yang sudah baik kesadaran pisah sampahnya, mereka memisahkan sampah ke dalam lima jenis bahkan lebih. Misalnya sampah organik, sampah kertas dan plastik, dan sampah residu di luar kedua kelompok yang pertama.

Sementara manfaatkan sampah bisa dilakukan misalnya mengolah kembali sisa makanan, daun dan ranting dengan biodigester, bata terawang, biopori, takakura, pipa komposter dan sejenisnya. Limbah ertas dan plastik dapat disalurkan melalui bank sampah induk yang dalam perencanaan akan dibuat satu unit di setiap kecamatan, ataupun melalui Program Sedekah Sampah. Sementara yang lainnya akan diangkut PD Kebersihan menuju TPA.

“Inisiatif gerakan KangPisMan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya para aktivis lingkungan mengenalnya dengan gerakan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle). Bahkan di dalam skala model sejumlah kawasan di Kota Bandung telah berstatus kawasan bebas sampah yang pada prinsipnya menerapkan praktek KangPisMan ini,” jelasnya.

Mang Oded mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan program KangPisMan ini. Kepada segenap masyarakat, para tokoh-tokoh agama, pengurus tempat ibadah, RT, RW, kantor-kantor/gedung pemerintah dan swasta, komunitas, ormas untuk turut serta mendalami kepedulian bersama.

"Mari sukseskan dengan cara bergabung menjadi Balad Kang Pisman sebagai bentuk dukungan dan kepedulian menanggulangi masalah lingkungan bersama secara fundamental sehingga Bandung Beresih dapat diwujudkan,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw