Ngeri, Serangga Lembing Hitam Serbu Permukiman Warga di Purwakarta

Irwan ยท Rabu, 18 Desember 2019 - 16:27 WIB
Ngeri, Serangga Lembing Hitam Serbu Permukiman Warga di Purwakarta
Karung plastik berisi lembing hitam yang dikumpulkan warga saat membersihkan rumah, Rabu (18/12/2019). Lembing hitam menyerbu rumah-rumah warga di kawasan perkebunan karet di Kabupaten Purwakarta, Jabar. (Foto: iNews/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.idSerangga lembing hitam menyerbu permukiman warga di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Rabu (18/12/2019). Hama tanaman jenis kepik ini menyerbu semua ruangan rumah hingga halaman sehingga menimbulkan rasa ngeri.

Meski sudah disemprot dengan obat hama wereng dan dibakar, serbuan serangga itu semakin menjadi-jadi. Kehadiran tamu tak diundang itu membuat para penghuni rumah resah dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih nyaman.

Salah satu rumah yang diserbu milik warga bernama Dedi Olih di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta. Dibandingkan dengan rumah lain, jumlah lembing hitam di rumah Dedi lebih banyak.

Jutaan lembing menempel di dinding, di atap, di lantai, hingga di sela-sela terkecil di rumah. Meskipun tidak nyaman, Dedi dan keluarga setiap hari harus membersihkan hewan merayap itu.

Mereka tidak habis pikir karena semakin dibersihkan, lembing hitam malah semakin banyak. Apalagi saat sore hari atau ketika hujan turun. Serangga itu ditemukan di belakang rumah, di seluruh ruangan dalam rumah seperti di kamar tidur, ruang tengah, dan dapur.

Serangga itu juga menempel di barang-barang, jendela, hingga lemari penyimpanan pakaian dan makanan. Teras rumah dan tanaman-tanaman di halaman, tidak luput dari serbuan lembing hitam.

Serangga lembing hitam menyerbu rumah-rumah warga di kawasan perkebunan karet di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/12/2019). (Foto: iNews/Irwan)
Serangga lembing hitam menyerbu rumah-rumah warga di kawasan perkebunan karet di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (18/12/2019). (Foto: iNews/Irwan)

Menurut penghuni rumah, kondisi itu mereka alami sejak satu bulan terakhir. Dia dibantu oleh karyawan PTPN Perkebunan Karet Cikumpay Campaka, Purwakarta, telah melakukan berbagai upaya mulai dari menyemprot, membakar, dan membersihkan setiap hari. Upaya itu tidak membuahkan hasil.

“Sudah satu bulan lebih ada serbuan lembing hitam ini. Mulai dari halaman, dalam rumah, hingga belakang rumah dipenuhi lembing hitam. Saya enggak tahu awalnya bagaimana. Awalnya dikit, tapi tiba-tiba sudah banyak aja,” kata penghuni rumah, Dedi Olih.

Dedi Olih dan keluarganya di kawasan perkebunan karet di Purwakarta, Jawa Barat, terpaksa mengungsi karena lembing hitam di rumahnya semakin banyak, Rabu (18/12/2019). (Foto: iNews/Irwan)
Dedi Olih dan keluarganya di kawasan perkebunan karet di Purwakarta, Jawa Barat, terpaksa mengungsi karena lembing hitam di rumahnya semakin banyak, Rabu (18/12/2019). (Foto: iNews/Irwan)

Dia bersama keluarga terpaksa mengungsi sementara ke rumah yang lebih aman karena merasa ngeri dan khawatir serangan hama akan mengganggu kesehatan. Hama tanaman itu juga dikhawatirkan mulai menyerbu rumah lain yang berada di sekitar perkebunan karet milik PTPN.

“Ada beberapa rumah yang diserang di sini, tapi paling parah di rumah kami. Kami merasa enggak nyaman lah. Makanya kami sudah beberapa hari mengungsi dulu karena semakin parah,” kata Dedi.

Dedi dan sejumlah warga yang menjadi korban serbuan hama itu berharap agar pemerintah daerah turun tangan. Mereka ingin lembing hitam yang sudah meresahkan itu segera dibasmi agar warga bisa kembali ke rumah.


Editor : Maria Christina