Musim Pernikahan Bulan Syawal, Omzet Perajin Seserahan di Cirebon Naik 100 Persen
CIREBON, iNews.id - Musim pernikahan pada bulan Syawal menjadi berkah bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) seserahan dan mahar di Kabupaten Cirebon. Omzet para perajin seserahan tren naik 100 persen.
Geliat UMKM sektor kreatif seserahan dan mahar yang berlokasi di kavling, Desa Klangenan, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, setiap hari sibuk menghias seserahan para pelanggan.
Vica, owner Muvi Seserahan Cirebon, pelaku usaha seserahan pernikahan mengaku bulan Syawal selalu menjadi momen kenaikan omzet bagi usahanya.
"Setiap bulan Syawal, saya selalu kebanjiran order, sampai kewalahan sendiri menerima pesanan orang," kata Vica. Sabtu (7/5/3023)
Dalam proses pembuatan seserahan itu, ujar Vica, barang-barang pengantin dipilah sesuai jenisnya. Kemudian barang disusun di dalam boks dan dikreasikan menjadi bentuk yang unik dan modern.
Tidak ketinggalan, hiasan dekorasi bunga menyesuaikan tema yang diterapkan untuk mempercantik seserahan pernikahan.
"Bentuk seserahan yang kami buat sesuai pilihan dan keinginan dari pemesan atau calon pengantin," ujar Vica.
Tidak sedikit calon pengantin yang memesan barang seserahan pernikahan sejak jauh-jauh hari. Bahkan, ada juga yang sudah memasak sejak sebelum bulan suci Ramadhan yang akan diambil pada bulan Syawal.
"Boks seserahan pengantin ini, rata-rata di pesan sebelum Ramadhan. Karena untuk digunakan setelah Idul Fitri atau Syawal," tutur dia.
Selain seserahan, kata Vica, mahar pernikahan juga menjadi salah satu pelengkap yang banyak dipesan calon pengantin.
Tren tema mahar yang banyak dipesan jenis mahar modern sola, mahar berkonsep mega mendung, adat Jawa hingga mahar art resin.
"Untuk tarif yang dipasang menghias seserahan berkisar Rp500.000 hingga Rp1 juta per paketnya," ucap Vica.
Editor: Agus Warsudi