get app
inews
Aa Text
Read Next : Rekonstruksi Kasus Nagreg, 3 Oknum Anggota TNI Buang Korban di Sungai Tajum Banyumas

Motif Pelaku Tabrak Lari Nagreg Buang Jenazah Korban ke Sungai Harus Dibongkar

Selasa, 04 Januari 2022 - 13:10:00 WIB
Motif Pelaku Tabrak Lari Nagreg Buang Jenazah Korban ke Sungai Harus Dibongkar
Tersangka Kolonel Inf Priyanto (baju tahanan kuning) menggotong korban Handi dibantu seorang pengendara motor dalam rekonstruksi di Nagreg, Kabupaten Bandung. (Foto: ANTARA)

BANDUNG, iNews.id - Kasus tabrak lari Handi Harisapurta (16) dan Salsabila (14) di Nagreg, Kabupaten Bandung dan pembuangan korban ke Sungai Serayu, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Tiga oknum TNI AD, Kolonel Inf Priyanto, Koptu Andreas Dwi Atmoko, dan Kopda Ahmad Sholeh, telah menjalani rekonstruksi atau reka ulang kejadian.

Rekontruksi digelar oleh Pusat Polisi Militer TNI AD (Puspomad) di dua tempat Nagreg, Kabupaten Bandung dan lokasi pembuangan mayat di Sungai Tajum, Banyumas, Senin (3/12/2021) kemarin.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Pasalnya, dalam keterangan video yang viral itu, para pelaku meyakinkan warga sekitar, akan membawa korban ke rumah sakit seusai tabrakan terjadi. Namun, ketiga pelaku ternyata justru membuang korban ke sungai dengan kondisi salah satu korban diduga kuat masih dalam keadaan hidup.

Tetapi sampai saat ini, motif Kolonel Inf Priyanto memerintahkan membuang korban Handi dan Salsabila di Sungai Tajum, anak Sungai Serayu, dari atas jembatan yang menghubungkan Kabupaten Cilacap dan Banyumas pada Rabu 8 Desember 2021 malam, masih misteri.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem Muhammad Farhan mengatakan, penegak hukum dalam hal ini Puspom TNI AD harus berani mengungkap motif para pelaku membuang korban ke sungai.

"Dalam rekonstruksi, semoga terungkap mengapa para tersangka menolak bantuan masyarakat untuk mengarahkan ke rumah sakit atau yankes (pelayanan kesehatan)," kata M Farhan, Selasa (4/12/2021). 

M Farhan menyatakan, insiden yang memuat kejanggalan ini menjadi sorotan DPR. Bahkan, pihaknya mengagendakan pemanggilan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal Dudung Abdurachman untuk dimintai keterangan terkait insiden tersebut. 

"Kami akan agendakan, tapi tidak akan rapat khusus membahas satu agenda itu. Tampaknya akan ada beberapa agenda penting, seperti peningkatan kesejahteraan prajurit," ujar M Farhan.

Farhan juga menilai, peristiwa memilukan tersebut harus menjadi cambuk bagi institusi TNI dalam menciptakan iklim kepatuhan yang kuat dan contoh baik di masyarakat. 

"Bukan masalah aturan, tapi kita mengharapkan semua personel TNI bisa mematuhi aturan hukum yang sangat jelas menyangkut penghilangan nyawa seseorang. Jadi masalahnya adalah kepatuhan hukum," tuturnya. 

"Saya apresiasi keterbukaan Panglima TNI dan empati yang ditunjukkan KASAD kepada keluarga korban. Bahkan, kita bisa ikuti dan kawal bersama kasus ini. Kita tunggu pengadilan militer yang memang harus terbuka karena pelanggaran hukum yang dilakukan adalah pidana umum, bukan pidana susila atau pelanggaran kode etika TNI," ucap Farhan.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut