Miris, Pasutri Ini Jaminkan BPKB untuk Ambil Jenazah Bayinya di RS

Toiskandar ยท Kamis, 22 November 2018 - 20:13 WIB
Miris, Pasutri Ini Jaminkan BPKB untuk Ambil Jenazah Bayinya di RS
Ibu sang bayi, Muslika, memperlihatkan Kartu Indonesia Sehat miliknya dan surat keterangan dari rumah sakit. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id - Kisah pilu datang pasangan suami istri kurang mampu di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Tofan dan Muslika. Usai kehilangan buah hatinya yang meninggal beberapa hari setelah dilahirkan, pasangan ini harus menjaminkan BPKB motor untuk menebus biaya rumah sakit dan membawa pulang jasad sang bayi.
 
Pasutri warga Desa Gintungranjeng, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, hanya bisa pasrah melihat anak pertama mereka yang baru lahir dua hari harus meninggal dunia di Rumah Sakit Sumber Waras, Cirebon karena gangguan pernafasan.

Saat ditemui wartawan iNews di rumahnya, Tofan berujar anak pertamanya itu meninggal dunia lantaran keracunan air ketuban. “Pas lahir kata dokternya anak saya keracunan ketuban. Napasnya ada tapi kecil. Sehingga oleh dokter dipasangkan alat bantuan pernapasan,” katanya, Kamis (22/11/2018).

Duka Tofan dan Muslika tak berhenti sampai di situ, dia masih harus mencari uang untuk menebus biaya rumah sakit agar sang bayi bisa dibawa pulang. Lantaran tak punya biaya, dia lalu menggadaikan BPKB sepeda motor milik orang tuanya. Itu dilakukan Tofan karena BPJS miliknya dan sang istri tidak mencakup penebusan jenazah.

Bukari, ayah Tofan mengaku tidak mengerti dengan prosedur pengambilan jenazah di Rumah Sakit Sumber Waras. Yang dia tahu, rumah sakit meminta jaminan terkait pembayaran sisa biaya persalinan dan perawatan menantunya. “Rumah sakit bilang harus ada jaminan. Itu disampaikan di kasir. Makanya kami berikan saja BPKB motor itu,” ucapnya.

Sementara itu, menanggapi peristiwa tersebut, pihak rumah sakit mengaku bahwa pelayanan terhadap pasien tersebut telah sesuai dengan prosedur. Selain itu, pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa penebusan jenazah bayi memang tidak dapat dilakukan menggunakan BPJS.

Alhasil, rumah sakit pun meminta jaminan kepada keluarga bayi berupa BPKB sepeda motor. “Terkait dengan sang ibu sudah lebih dulu pulang dengan ditanggung penuh oleh BPJS. Sementara bayi (baru lahir) yang sakit memang tidak ditanggung oleh BPJS sebagaimana aturan yang berlaku. Makanya biayanya ditanggung oleh pihak keluarga,” ucap Direktur Rumah Sakit Sumber Waras, Wawan Setiawan.

Sebelumnya, bayi bernama Mukhamad Safanka tersebut lahir pada Senin (19/11/2018) malam, dan dirawat di rumah sakit. Dua hari berselang, bayi Safanka meninggal dunia karena gangguan pernapasan. Saat jenazah ingin dibawa pulang, pihak rumah sakit memberikan tagihan sebesar Rp5 juta kepada keluarga Tofan. Pasalnya, BPJS milik Tofan maupun istrinya tidak dapat mencakup penebusan jenazah. Lantaran tak punya uang, Tofan pun menjaminkan BPKB ayahnya ke rumah sakit.


Editor : Himas Puspito Putra