Mirip Sunda Empire, Tunggal Rahayu Juga Janjikan Anggota Uang dari Bank Swiss

Agus Warsudi, Sindonews ยท Jumat, 11 September 2020 - 08:36 WIB
Mirip Sunda Empire, Tunggal Rahayu Juga Janjikan Anggota Uang dari Bank Swiss
Kegiatan organisasi Kandang Wesi Tunggal Rahayu yang viral di media sosial. (Foto ist).

BANDUNG, iNews.id - Modus operandi organisasi Kandang Wesi Tunggal Rahayu dalam merekrut anggota mirip dengan kelompok Sunda Empire. Mereka mengiming-imingi orang mendapatkan uang dari Bank Swiss.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan, ormas tersebut memungut biaya pendaftaran kepada warga yang ingin menjadi anggota.

Besaran biaya pendaftaran bervariasi, mulai Rp100 ribu hingga Rp600.000 per orang. Biaya tersebut dipungut dengan dalih akan diganti dengan uang dari Bank Swiss yang akan dicairkan dan masuk ke rekening organisasi lalu dibagikan kepada anggota.

"Mantan anggota ormas yang jadi saksi menjelaskan bahwa saat direkrut, diminta biaya pendaftaran sebesar Rp100.000-Rp600.000 per orang dengan dalih uang tersebut nanti diganti dengan uang dari Bank Swiss yang akan cair ke rekening ormas tersebut," kata Kabid Humas, Kamis (10/9/2020).

Selain dijanjikan uang, kata Kombes Pol Erdi, pengurus Kandang Wesi Tunggal Rahayu juga menjanjikan emas seberat 800.000 kilogram peninggalan zaman dahulu yang akan dibagikan ke anggota.

"Dengan pernyataan saksi ini, lalu bukti pembayaran mendaftar sebagai anggota, maka kami naikan statusnya jadi penyidikan," ujar Kombes Pol Erdi.

Kabid Humas menambahkan penyidik Polres Garut menerapkan Pasal 378 dan 379 a KUHPidana tentang Penipuan untuk menjerat tersangka. "Kami segera tetapkan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara kasus ini," kata Kabid Humas.

Diketahui, organisasi Kandang Wesi Tunggul Rahayu mengganti lambang negara Indonesia Garuda Pancasila dengan kepala menghadap ke depan dan diatas kepala terpasang mahkota. Mereka juga menambah kalimat Soenata Logawa pada semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika.

Ormas itu juga membuat mata uang sendiri dengan gambar pimpinan organisasi Mr Prof Ir Cakraningrat alias Sutarman.


Editor : Faieq Hidayat