Menkop UKM Dorong Pengembangan Ternak Domba Garut Model Klaster

Ii Solihin ยท Sabtu, 19 Desember 2020 - 20:31:00 WIB
Menkop UKM Dorong Pengembangan Ternak Domba Garut Model Klaster
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan saat panen domba Garut di Ponpes Nurul Hidayah, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Garut, Sabtu (19/12/2020). (Foto: iNews/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki meminta domba Garut yang menjadi unggulan Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terus dikembangkan. Tak hanya untuk adu ketangkasan, hewan ternak itu juga bisa dikembangkan jadi domba pedaging.

Kementerian Koperasi dan UMKM mendorong pengembangan model bisnis ternak domba berbasis klaster. Nantinya para kelompok peternak bisa mengembangkan domba croos breed atau persilangan antara domba Garut dan dorper Australia.

"Domba cross breed ibu bisa tumbuh dengan cepat. Rata-rata 200 gram per harinya," ujar Teten Masduki di Ponpes Nurul Hidayah, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Sabtu (19/12/2020).

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan saat panen domba Garut di Ponpes Nurul Hidayah, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Garut, Sabtu (19/12/2020). (Foto: iNews/Ii Solihin)
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan saat panen domba Garut di Ponpes Nurul Hidayah, Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, Garut, Sabtu (19/12/2020). (Foto: iNews/Ii Solihin)

Peternakan domba berbasis klaster ini jadi proyek percontohan dan bagus untuk dikembangkan. Apalagi domba Garut jadi salah satu unggulan. "Model bisnis ini sudah tepat. Kami akan kembangkan bisa dengan dana KUR dan pembiayaan koperasi," katanya.

Menurut Teten, di Garut ditargetkan memiliki populasi 3 juta domba. Dengan populasi 1,3 juta domba, hanya butuh 1,7 juta lagi untuk memenuhi target. Salah satu yang bisa mengembangkan bisnis tersebut yakni pondok pesantren. Nantinya para santri juga bisa belajar berwirausaha.

"Dengan target 1,7 juta domba lagi, perlu ada 850 kelompok ternak. Masing-masing kelompok minimal punya 200 ekor domba," ucapnya.

Sementara Ketua IKA Unpad Irawati Hermawan mengatakan, salah satu program dari para alumni Unpad, yakti Jabar Feeds Indonesia Center atau Jafic. Program ini nantinya akan memfasilitasi pendanaan dari CSR Bank BJB dan pembinaan usaha ternak domba. Targetnya diharapkan jadi bisnis model bagi usaha ternak domba dan dapat mendorong Jabar menjadi kebutuhan pangan bagi Indonesia.

"Ke depannya selain domba, dalam waktu dekat ini kami juga akan mulai menggarap ayam kampung di Kabupaten Ciamis," ujarnya.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2