Memilukan, Remaja yang Diperkosa 2 Pemuda di Cimahi Meninggal setelah Dirawat 2 Pekan

Yuwono ยท Kamis, 13 Februari 2020 - 00:34 WIB
Memilukan, Remaja yang Diperkosa 2 Pemuda di Cimahi Meninggal setelah Dirawat 2 Pekan
Suasana duka menyelimuti rumah MG di kawasan Baros, Kota Cimahi, Jabar, Rabu (12/2/2020) malam. Remaja 15 tahun ini meninggal setelah sempat dirawat dua pekan. (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.id – Remaja 15 tahun korban pemerkosaan dan penganiayaan sadis oleh dua pemuda akhirnya meninggal dunia, Rabu (12/2/2020). Korban berinisial MG sempat dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Kota Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Dari pantauan iNews, suasana duka menyelimuti rumah almarhum MG di kawasan Baros, Kota Cimahi, pada Rabu malam. Sejumlah keluarga dan tetangga korban terus berdatangan melayat untuk mendoakan korban yang meninggal dunia pada Rabu siang tadi.

Korban sebelumnya mendapat perawatan intensif di RSUD Cibabat Kota Cimahi karena kondisinya yang parah. Korban yang dianiaya kedua pemuda mendapat luka serius akibat empat tusukan di bagian wajah.

Peristiwa sadis yang melanda MG terjadi pada 29 Januari kemarin. Kronologi kejadian berawal saat salah satu pelaku berinisial NN yang masih di bawah umur, bertemu dengan korban di Cibabat, Cimahi, sekitar pukul 16.00 WIB.

Kemudian dengan menggunakan motor, keduanya pergi ke sebuah saung di Cipageran dan bertemu pelaku Nanang (27). NN lalu membeli minuman keras (keras). Kedua pelaku lalu mencekoki korban dengan miras itu.

Nanang kemudian berpura-pura mengajak korban untuk membeli rokok dan nasi goreng. Namun, itu hanya akal-akalan dari pelaku yang berniat memperkosa korban.

Di perjalanan, korban dibawa ke kebun tomat dan kemudian diperkosa oleh pelaku Nanang hingga tiga kali. Karena korban menolak dan melawan, pelaku menganiaya korban dengan sebilah bambu. Pelaku dengan sadis memukuli dan menusuk wajah korban dengan batang bambu hingga luka parah. Kedua pelaku lalu meninggalkan korban MG.

Warga sekitar menemukan korban MG dengan kondisi tak sadarkan diri, luka-luka dan berlumuran darah di kebun tomat pada Kamis (30/1/2020) pagi. Dia langsung dibawa ke RSUD Cibabat Kota Cimahi untuk mendapatkan penanganan medis.

Pascakematian korban MG, keluarga berharap agar kedua pelaku dihukum seberat-beratnya. Perbuatan kedua tersangka terbilang sangat sadis. “Kami pingin kedua pelaku dihukum seberat-beratnya,” kata kakak korban, Mega Aryanti.

Sementara Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Yohanes Redhoi Sigiro mengatakan, pihaknya mendapat kabar kematian korban MG dari keluarga korban. “Kami berencana melakukan autopsi terhadap korban,” ujarnya.

Yohanes mengatakan, sebelum korban meninggal dunia, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Anak, yaitu tentang Kekerasan, Pencabulan, dan Persetubuhan terhadap Anak, dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Namun, dengan kematian korban, polisi menambahkan pasal untuk pelaku utama Nanang, yakni Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. Adapun isi pasal itu menyebutkan, “Dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).”


Editor : Maria Christina