Longsor Terjang Bantaran Sungai Cisarua Sukabumi, 2 Rumah Nyaris Ambruk 

Dharmawan Hadi · Minggu, 22 Agustus 2021 - 22:36:00 WIB
Longsor Terjang Bantaran Sungai Cisarua Sukabumi, 2 Rumah Nyaris Ambruk 
Rumah yang berada di bantaran Sungai Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi nyaris ambruk. Longsor yang terjadi menggerus pondasi rumah tersebut. (Foto: iNews.id/Dharmawan Hadi)

SUKABUMI, iNews.id - Tanah longsor menerjang permukiman di Jalan RA Kosasih Gang Juli RT 01/09, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Minggu (22/8/2021) sekitar pukul 08.30 WIB. Akibatnya, dua rumah yang berada di Bantaran Sungai Cisarua, rusak.

Kerusakan kedua rumah di Gang Djuli, Cisarua, tersebut berupa retakan dinding serta pondasi yang tergerus. Kedua rumah ini pun sewaktu-waktu bisa ambruk.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, mengatakan, longsoran berada di sekitar bantaran Sungai Cisarua yang berdampak pada rumah warga. Hal itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi tanpa henti dari siang hingga malam di hari sebelumnya.

"Kondisi rumah milik Gingin Ginanjar ini berada di pinggir Sungai Cisarua, sehingga kondisinya terancam," ujarnya kepada wartawan, Minggu sore (22/8/2021). 

Petugas BPBD Kota Sukabumi sedang menangani lokasi bencana dan mengantisipasi meluasnya dampak longsor.

"Kami bersama tim sedang melakukan penanganan sekaligus menganalisa dampak dari longsoran yang terjadi, dan mengimbau penghuni rumah yang terdampak untuk segera mengosongkan bangunan," ujar dia.

Sementara itu, Saeful Anwar, tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa warga sudah mengajukan pembangunan talud untuk menahan tanah longsor di sekitar bantaran Sungai Cisarua yang banyak dihuni warga.

“Sejak zaman Wali Kota Ibu Molly di tahun 1998 hingga sekarang pengajuan pembangunan talud tersebut belum terealisasi,” ujar Saeful Anwar kepada wartawan.

Hal tersebut dibenarkan juga mantan Ketua RW 09, Dadang Djaelani bahwa pengajuan setiap tahun dengan jawaban sudah dimasukkan ke dalam agenda Musrenbang.

“Kalo yang datang untuk survei dan melakukan kajian tiap tahun ada, hanya pembangunannya tidak ada,” ujar Dadang Djaelani.

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: