Ledakan Tabung Gas Elpiji di Cimahi, 2 Orang Terluka dan 2 Rumah Hancur

Yuwono ยท Selasa, 21 Januari 2020 - 07:36 WIB
Ledakan Tabung Gas Elpiji di Cimahi, 2 Orang Terluka dan 2 Rumah Hancur
Garis polisi dipasang pada rumah milik warga di Cimahi yang hancur akibat ledakan diduga dari tabung gas elpiji. (Foto: iNews/Yuwono)

CIMAHI, iNews.idLedakan diduga berasal dari tabung gas elpiji mengancurkan dua rumah warga di Kampung Ciseupan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (20/1/2020) malam. Dalam peristiwa itu, dua orang penghuni rumah harus dilarikan ke rumah sakit (RS) karena mengalami luka bakar dan terkena reruntuhan bangunan.

Pantauan iNews, kondisi rumah milik Rani Rohani dan Siti Jubaedah luluh lantak akibat ledakan tersebut. Rumah Rani nyaris hancur total, sedangkan milik Siti hanya sebagian bangunan yang rusak.

BACA JUGA: Tanggul Jebol, 135 Rumah Warga di Gamel Cirebon Terendam Banjir hingga 1 Meter

Petugas yang menerima informasi langsung datang ke lokasi kejadian dan memasang garis polisi di sepanjang areal kedua rumah tersebut. Hasil penyelidikan awal tim inafis Polres Cimahi, dugaan sementara ledakan berasal dari tabung gas elpiji di dalam rumah Rani Rohani.

Kapolres Cimahi AKBP Yoris Maulana mengatakan, petugas dibantu warga telah mengevakuasi korban luka akibat kejadian ini. Yakni pemilik rumah Rani Rohani (53) dan anaknya Nike (13). Mereka saat ini sudah dalam penanganan medis.

“Untuk yang terdampak ledakan ada dua orang yang terluka dan dua rumah hancur,” ujarnya, Senin (21/1/2020) malam.

Selain itu, ada lima warga lain yang terdampak dalam ledakan tersebut. Mereka mengevakuasi barang berharga di dalam rumah dan kini tinggal sementara di masjid setempat.

“Sampai saat ini lokasi masih kami sterilkan. Olah TKP akan dilanjutkan menunggu terang (pagi) karena tabung elpiji masih ada di dalam reruntuhan rumah,” katanya.

Kapolres belum bisa memastikan penyebab pasti ledakan. Namun keterangan sementara, ventilasi rumah korban kurang memadai dan ada warga yang mencium bau nyengat gas sebelum terjadinya ledakan.

“Nanti akan lebih jelas untuk penyebab ledakan setelah olah TKP,” ujarnya.


Editor : Donald Karouw