Kurun Waktu 2 Pekan, 83 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Jabar

Agung Bakti Sarasa, Sindonews ยท Rabu, 14 November 2018 - 17:19 WIB
Kurun Waktu 2 Pekan, 83 Bencana Banjir dan Longsor Terjadi di Jabar
Jembatan di Cipatujuh, Tasikmalaya, Jabar putus diterjang banjir bandang. (Foto: Dok.iNews.id)

BANDUNG, iNews.id - Selama kurun waktu hampir dua pekan, sebanyak 83 bencana banjir dan longsor terjadi di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, bencana banjir terjadi 23 kali dan longsor 60 kali yang tersebar di sejumlah wilayah di Jabar.

"Dalam kejadian tersebut, tercatat enam orang meninggal dunia dan satu hilang. Yang hilang kini masih dalam pencarian," kata Kepala BPBD Jabar Dicky Saromi dalam kegiatan Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (14/11/2018).
 
Dicky melanjutkan, sejauh ini terdata 2.243 kepala keluaga (KK) atau 7.099 jiwa mengungsi akibat banjir dan longsor yang terjadi di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

"Untuk Kabupaten Bandung, seperti di Bojongsoang, Dayeuh Kolot, dan Baleendah sampai saat ini yang sudah mengungsi kisarannya 120-an KK. Untuk di Tasik paling besar di Culamega sebanyak 520 KK atau 1.130 jiwa," ucap Dicky.


Meski begitu, ribuan pengungsi tersebut tidak tinggal di tenda-tenda mengingat tidak semua wilayah tergenang air. Mereka ditempatkan di tempat-tempat aman, seperti masjid atau gedung-gedung yang aman untuk pengungsian.

"Tugas BPBD ada di hilir, seperti evakuasi pengungsian, pertolongan medis, logistik, itu sesuatu yang sudah standar, termasuk juga bagaimana mendiseminasikan dan lain sebagainya," ucapnya.

Dicky menambahkan, semua pihak harus berkolaborasi dalam penanganan dampak potensi bencana banjir dan longsor di Jabar seiring dengan terus meningkatnya intensitas hujan di Jabar belakangan ini. "Penanganan struktural dan non-struktural sangat penting," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor. Penetapan tersebut berdasarkan SK Gubernur Jabar No 363/kep.1211-BPBD/2018, dan berlaku mulai 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga telah menetapkan status siaga satu bencana alam di Jabar. Potensi bencana alam itu adalah banjir dan longsor mengingat musim hujan sudah mulai merata terjadi di wilayah Jabar. 

Dengan munculnya status siaga bencana ini, Emil mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi terjadinya bencana khsususnya warga yang tinggal di wilayah rawan.


Editor : Himas Puspito Putra