KPAI dan P2TP2A Sukabumi Tangani Balita Pecandu Rokok

Donald Karouw ยท Kamis, 16 Agustus 2018 - 18:13 WIB
KPAI dan P2TP2A Sukabumi Tangani Balita Pecandu Rokok
Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika mengunjungi balita pecandu rokok di Desa Tenjojaya, Kecamatan CIbadak. (Foto: Ist).

JAKARTA, iNews.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan balita berusia 2,5 tahun di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), yang menjadi pecandu rokok. Pihaknya pun berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Kami tentu  menyesalkan adanya anak yang kecanduan merokok. KPAI berkoordinasi dengan P2TP2A dan pekerja sosial (peksos) setempat untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati saat dihubungi iNews.id di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Dia menduga balita berinisial RAP yang tinggal di Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, kurang mendapatkan pengawasan dari orang tua. Balita tersebut perlu mendapatkan penanganan khusus termasuk orang tuanya.

“Anak tersebut dapat dikatakan dalam situasi penanganan yang salah khususnya pengasuhannya sehingga perlu rehabilitasi menyeluruh. Kami akan rujuk balita ini agar dilakukan assessment dan menjalani rehab termasuk pendidikan kapada orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika mengatakan sudah mengunjungi balita itu. Dari keterangan orang tua RAP, anaknya bukan perokok berat bahkan suaminya juga tidak merokok.

“Saya tadi pagi sudah mengunjungi keluarganya. Ibunya mengatakan tidak kecanduan hanya waktu itu anaknya dibawa ke pasar dan ada yang memberi rokok kemudian dihisap. Kebetulan waktu itu ada wartawan kemudian difoto dan disebarkan,” kata Yani.

Dia menjelaskan pihak puskesmas setempat sudah menangani kasus tersebut dan RAP akan mendapatkan penanganan khusus. Selain pemeriksaan kesehatan, kata dia, salah satu penanganannya yaitu diberikan makanan dan mainan yang disukai RAP.

“Saya tadi ke sana membawa makanan dan mainan yang disukai. Dia senang sekali bermain. Jadi sebetulnya anak seusia dia perlu diberikan perhatian termasuk mainan edukasi yang bisa menyalurkan energinya,” ujarnya.

Yani mengungkapkan dari pengakuan ibunya, RAP sudah dua hari tidak minta rokok. Dia berharap kondisi balita itu kembali normal sehingga dapat menikmati masa kecilnya seperti anak yang lain.

“Saya berharap mainan kesukaannya itu bisa mengalihkan keinginannya untuk merokok. Saya katakan pada ibunya agar jangan sekali-kali dikasih lagi. Insyaallah bisa normal lagi,” kata dia.


Editor : Muhammad Saiful Hadi