Klaster Keluarga Dominasi Tingginya Penyebaran Covid-19 di Cirebon

Miftahudin · Senin, 14 September 2020 - 21:45:00 WIB
Klaster Keluarga Dominasi Tingginya Penyebaran Covid-19 di Cirebon
Warga memasang portal diintu masuk Kampung Kosambi, Kota Cirebon. (Foto: iNews/Miftahudin)

CIREBON, iNews.id - Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon, Jawa Barat terus bertambah dan masuk dalam kategori daerah zona merah. Klaster perjalanan dan klaster keluarga mendominasi tingginya penularan Covid-19 di Kota Udang tersebut.

Dinas Kesehatan Kota Cirebon merilis kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Cirebon saat ini menyentuh angka 134 orang.

Minimnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan membuat penyebaran Covid-19 kian masif.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Edi Sugiarto, mengatakan penyumbang tertinggi penularan Covid-19 di Kota Cirebon berasal dari klaster perjalanan, klaster keluarga dan perkantoran.

"Menghadapi gelombang sporadis peningkatan kasus covid-19 pemerintah terus gencar melakukan testing, tracing, isolating dan treatment," ucapnya, Senin (14/9/2020).

Dalam menekan laju penyebaran Covid-19, kata dia, perlu dilakukan kolaborasi bersama antar pemerintah dan masyarakat, untuk memeperketat penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Sementara itu, Kampung Kesambi Baru, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon menutup sementara akses masuk ke kampong tersebut untuk meminimalisasi penyebaran Covid-19.

Penutupan akses masuk kampung Kesambi Baru RW 05 Kecamatan Kesambi Kota Cirebon ini dilakukan warga setempat, usai adanya salah satu warga terkonfirmasi positif Covid-19, usai dilakukan test usap tenggorokan atau swab.

Warga yang positif Covid-19 itu merupakan karyawan klaster dari salah satu Bank BUMN dan saat ini tengah menjalani isolasi mandiri.

Menurut Ketua Satgas Kampung Kesambi Baru Ata Sukana, Lockdown atau pembatasan sosial berskala mikro ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, selain itu upaya lain telah dilakukan penyemprotan disinfektan diarea kampung.


Editor : Kastolani Marzuki