Ketua RT di Banjar Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, 2 Perempuan dan 1 Laki-Laki

Acep Muslim ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 16:01 WIB
Ketua RT di Banjar Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, 2 Perempuan dan 1 Laki-Laki
Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny saat memaparkan kasus pencabulan yang dilakukan oknum ketua RT di Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). (Foto: iNews/Acep Muslim)

BANJAR, iNews.id - Satreskrim Polres Banjar menangkap ketua RT di Kelurahan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, berinisial RS (53), karena diduga telah mencabuli tiga anak di bawah umur. Pelaku telah melakukan aksinya berkali-kali kepada para korban sejak Mei 2020 lalu.

Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny mengatakan, tiga korban anak berusia 6 sampai 8 tahun. Dua berjenis kelamin perempuan dan satu anak lagi laki-laki. RS melakukan aksi bejatnya dengan mengimingi-imingi para korban untuk diajak jalan-jalan menggunakan becak bermotor.

"Pelaku mencabuli anak di bawah umur dengan mengiming-imingi korbannya jalan-jalan menggunakan becak motor. Pelaku memang menyukai anak-anak dan sering mengajaknya bermain," kata Melda Yanny, Rabu (8/7/2020).

Pelaku yang bekerja sebagai buruh harian lepas toko bangunan di Kota Banjar ini, juga sebagai ketua RT. Pelaku sering melakukan pencabulan pada tiga anak tersebut siang hari, setelah mengajak korbannya jalan-jalan naik becak motor.

Ulah bejat pelaku mulai terbongkar ketika korban mengalami sakit dan pendarahan di bagian kemaluan. Orang tua korban kemudian membawa anaknya ke rumah sakit untuk diperiksa.

Awalnya korban tidak mengaku kepada orang tuanya mengenai penyebab alat kelaminnya luka. Setelah didesak, korban baru menceritakan bahwa pelaku sering memegang bagian kemaluannya.

Dari keterangan korban, polisi mengetahui identitas pelaku dan langsung mengamankannya. Polisi juga mengamankan barang bukti ulah bejat pelaku.

"Barang bukti yang kami amankan ada pakaian korban, kemudian celana dalam yang masih menempel bercak darah," kata Melda.

Namun, pelaku RS membantah melakukan perbuatan bejat kepada tiga anak di bawah umur tersebut. Dia beralasan hanya mengajak mereka bermain dan naik becak bermotor.

"Saya tidak melakukan pencabulan, hanya mengajak bermain saja menggunakan becak motor," ujar RS.

Saat ini penyidik telah menetapkan pelaku sebagai tersangka. RS dijerat dengan Undang-Undang tentang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar. Sementara korban dalam penanganan psikolog untuk pemulihan trauma.


Editor : Maria Christina