Kerusakaan Rumah Makin Parah, Warga Purwakarta Minta Segera Direlokasi

Irwan ยท Senin, 18 November 2019 - 11:00 WIB
Kerusakaan Rumah Makin Parah, Warga Purwakarta Minta Segera Direlokasi
Rumah salah satu warga yang rusak parah diduga akibat proyek kereta cepat Bandung-Jakarta. (Foto: iNews/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.id – Warga Kampung Tegal Nangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat yang rumahnya rusak parah akibat proyek terowongan kereta cepat Bandung-Purwakarta, meminta PT KCIC agar segera merelokasi dan membayar ganti rugi. Sayangnya hingga kini perusahaan belum mengeluarkan keterangan terkait permintaan warga.

“Kami pingin direlokasi dan dibayar saja semuanya tanah dan kerusakan rumahnya,” kata Cucu Mulyati, salah satu warga yang rumahnya rusak parah, Minggu (17/11/2019).

Cucu mengatakan semakin hari, kerusakan yang ditimbulkan semakin parah. Retak yang ada di dinding semakin lebar dan anjloknya permukaan tanah makin dalam.

Senada dengan Cucu, Nani Sumarni, warga lain yang rumahnya hampir roboh juga ingin perusahaan secepatnya memberi kepastian terkait relokasi dan pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan rumah. Dia merasa semakin hari, kerusakan semakin parah.

“Beberapa hari lalu, retaknya cuma 10 centimeter, tapi sekarang sepaha orang dewasa. Saya takut terjadi apa-apa, apalagi pas turun hujan,” katanya.

BACA JUGA: Rumah Warga di Purwakarta Nyaris Roboh Diduga Efek Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain itu, di rumah warga bernama Sumarna dan istrinya, Ati, keretakan dinding rumah ini juga semakin lebar. Penyambung atap dengan dinding juga sudah renggang. Anjloknya tanah di bawah lantai juga bertambah.

Sementara delapan rumah lain mengalami retak pada dinding namun tidak separah tiga rumah yang nyaris roboh. Rumah-rumah ini juga masih ditinggali oleh pemiliknya.

Sayangnya hingga saat ini belum ada keterangan dari PT KCIC terkait 11 rumah yang rusak akibat proyek tersebut.

Sebelumnya, 11 rumah warga di Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta rusak. Sebanyak tiga di antaranya nyaris roboh, diduga akibat dampak pembangunan terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung di Purwakarta.

Polisi bahkan sudah memasang garis polisi di tiga rumah yang hampir roboh. Sementara penghuni rumah kini terpaksa mengontrak rumah dengan alasan keamanan.


Editor : Umaya Khusniah