Kericuhan di Tamansari Bandung, Polisi Dalami Video Pemukulan Polisi terhadap Warga

Antara ยท Jumat, 13 Desember 2019 - 13:30 WIB
Kericuhan di Tamansari Bandung, Polisi Dalami Video Pemukulan Polisi terhadap Warga
Alat berat merobohkan bangunan rumah warga di kawasan Tamansari, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), Kamis (12/12/2019). (Foto: iNews/Billy Maulana Finkran)

BANDUNG, iNews.id - Polrestabes Bandung sedang mendalami video kericuhan saat penertiban pemukiman di Kelurahan Tamansari. Dalam rekaman tersebut tampak oknum aparat kepolisian memukuli warga yang menolak digusur.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, pasti akan didalami, karena ini terkait video visualisasi adanya dugaan pemukulan terhadap warga.

"Sedang kita dalami," kata Irman di Mapolrestabes Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (13/12/2019).

Sebelumnya, sejumlah video viral di media sosial memperlihatkan pemukulan terhadap warga di Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, yang dilakukan oleh aparat Polisi.

Dalam salah satu video, ada yang memperlihatkan seorang aparat TNI menarik seorang warga ke arah kerumunan polisi. kemudian para polisi itu mengeroyok warga tersebut.

Selain itu, ada juga beberapa video yang memperlihatkan para polisi memukuli warga di halaman pusat perbelanjaan Balubur Town Square (Baltos) yang dekat dengan kawasan penggusuran.

Sejumlah video yang beredar itu diduga direkam oleh warga yang sedang berbelanja di Baltos.

"Kami akan berkoordinasi dengan bagian siber di Polda Jabar dan juga Bidang Humas untuk bisa secara akurat menjelaskan peristiwa itu," ujar dia.

Seperti diketahui, proses penggusuran pemukiman warga RW11 Kelurahan Tamansari itu sempat mengalami kericuhan. Beberapa kali warga dan polisi saling adu lempar batu hingga polisi pun menembakkan gas air mata.

Dari kejadian itu, Irman mengatakan pihaknya menangkap sebanyak 25 orang untuk diamankan. Menurutnya mereka yang ditangkap tersebut adalah yang melakukan pelemparan batu.

"Sebanyak 25 orang diamankan dan dipilah untuk menjalani pemeriksaan urine dan terkait perbuatan yang dilakukan, selebihnya diserahkan ke Satpol PP dan diserahkan ke orang tua," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal