Kerap Nangis, Balita 18 Bulan Tewas Dibanting Ayah Tiri di Tasikmalaya

Asep Juhariyono ยท Jumat, 29 Juni 2018 - 19:54 WIB
Kerap Nangis, Balita 18 Bulan Tewas Dibanting Ayah Tiri di Tasikmalaya
Pelaku penganiayaan anak tiri, Olih Solihin (kanan) dengan tangan terborgol dibawa petugas ke sel Mapolres Tasikmalaya, Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Seorang balita berusia 18 bulan, Daffa Hilap Rapay, harus meregang nyawa akibat dianiaya dan dibanting ayah tirinya, Olih Solihin (34). Peristiwa keji itu menggegerkan warga Kampung Sampalan, Desa Cintawangi, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018). 

Sebelum meninggal, pelaku juga sering menganiaya korban dengan berbagai cara. Balita malang itu diduga kerap disiksa menggunakan solder panas yang ditempelkan ke tubuhnya dan disundut rokok. Puncaknya, korban dibanting ayah tirinya ke lantai. Aksi biadab pelaku itu dilakukan hanya karena jengkel anak tirinya kerap menangis dan merengek.

Ironisnya, perbuatan pelaku dilakukan di depan istrinya, Ulva Ardiana (33). Meski demikian, ibunda korban tidak mencegah aksi tersebut. Meski korban sempat dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis setelah dianiaya, nyawa balita tersebut tidak terselamatkan. 

Peristiwa sadistis itu baru terungkap setelah warga melaporkan kejadian itu ke polisi. Warga curiga dengan kematian korban yang tidak wajar. Mereka juga kerap mendengar korban menangis karena dianiaya ayah tirinya.  

Mendapati laporan itu, Polres Tasikmalaya langsung menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian. Polisi kemudian menangkap Olih Solihin tanpa perlawanan.




Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pribadi mengatakan, pelaku diamankan pada Kamis (28/6/2018) malam di rumahnya setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya bocah yang meningal lantaran dianiaya. “Penganiayaan ini terjadi Kamis siang. Korban dibanting ke lantai hingga sesak napas dan dibawa ke puskesmas, tapi nyawanya tidak tertolong,” katanya. 

Selain dibanting ke lantai, kata dia, sesuai keterangan saksi korban juga sering dianiaya pelaku menggunakan solder panas dan tubuhnya disundut rokok. “Namanya anak kecil ya sering menangis dan merengek, tapi pelaku jengkel,” ucapnya.

Pribadi menjelaskan, korban sudah diautopsi dan visum di rumah sakit. Dari hasil autopsi itu, ada luka memar dan lebam di sejumlah bagian tubuh korban di antaranya di kedua kaki, pipi, pinggang, pantat, dan kepala belakang. “Paling fatal itu di kepala belakang karena korban dibanting ke lantai,” ungkapnya.

Akibat perbuatan kejinya itu, kini pelaku harus mendekam di sel Polres Tasikmalaya dan terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya solder. “Pelaku kita jerat dengan Pasal 80 UU Perlindungan Anak,” tandasnya. 

Kepada penyidik, Olih Solihin mengaku tega menganiaya anak tirinya karena kesal sering menangis dan merengek. “Saya emosi karena anak tiri saya ini sering nangis. Sudah saya coba tenangin, tapi tidak mau diam,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki