get app
inews
Aa Text
Read Next :  Puluhan Pelajar Ditangkap Hendak Tawuran di Sumedang

Kenapa Sumedang Identik dengan Tahu? Berawal dari Imigran China pada Awal 1900-an

Jumat, 27 Januari 2023 - 19:26:00 WIB
Kenapa Sumedang Identik dengan Tahu? Berawal dari Imigran China pada Awal 1900-an
Tahu Sumedang termasyur dan melegenda. (Foto: Instagram/tahusumedangrenyahbjb)

SUMEDANG, iNews.id - Kabupaten Sumedang identik dengan kata tahu. Hampir semua orang saat mendengar kata Sumedang, pasti akan mengaitkannya dengan makanan yang terbuat dari kedelai itu.

Tahu khas Sumedang memang berbeda dari tahu umumnya. Rasanya yang asin gurih membuat orang ketagihan. Konon, tahu Sumedang berbeda karena air dari Gunung Tampomas untuk mengolahnya. 

Air yang cocok untuk membuat tahu Sumedang hanya wilayah perbatasan Tanjungsari sampai Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Jika menggunakan air dari tempat lain, jangan harap tahu yang dihasilkan akan memiliki rasa yang sama.

Hasilnya, tahu Sumedang lebih gurih dibanding yang lain. Selain itu, lebih lunak atau tidak kenyal seperti tahu umumnya. Ciri khas lain, tahu Sumedang tidak padat di dalam.

Tahu Sumedang biasanya disantap dengan cabai rawit hijau atau sambal kecap plus lontong. Biasanya jadi bekal perjalanan menggunakan bus. 

Di Sumedang, tahu dijual di berbagai tempat. Bahkan merambah hingga Bandung dan semua daerah di Jawa Barat. Tak hanya itu, tahu Sumedang pun dijual di beberapa daerah di Indonesia. Seperti, Sumatera Selatan.

Jika Anda pernah ke Bandung, terutama Cileunyi, di kawasan ini, berdiri sejumlah kios yang menjajakan tahu Sumedang. Jika dibeli dalam jumlah banyak, pedagang akan mengemas tahu Sumedang menggunakan bongsang, anyaman bambu yang dapat memuat 25-100 buah tahu goreng.

Namun tidak semua orang paham bagaimana sejarahnya sampai Sumedang identik dengan tahu. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejarah Sumedang identik dengan tahu: 

Imigran Tiongkok

Berdasarkan catatan sejarah, Sumedang dikenal sebagai kota tahu berawal sejak 1917 silam. Saat itu, datang imigran asal China, Ong Kino dan istrinya ke Sumedang. 

Ong Kino dan istrinya datang ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Cirebon pada awal 1900-an. Kemudian, Ong Kino menetap di Sumedang. Sesampai di Sumedang, Ong Kino mendirikan pabrik tahu di Jalan Sebelas April. 

Di sini, mereka memproduksi tahu. Ternyata tahu yang diproduksi Ong Kino digemari masyarakat. Namun pada 1917, Ong Kino dan istri kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, China.

Produksi tahu pun dilanjutkan oleh putra mereka, Ong Boen Keng. Generasi Ong Boen Keng yang terus melanjutkan usaha yang diwariskan Ong Kino. 

Ong Boen Keng mengelola produksi tahu Sumedang yang termasyur itu hingga akhir hayatnya. Berkat kreativitasnya, Ong Boen Keng berhasil membuat tahu Sumedang termasyur ke seantero Jawa Barat.

Diceritakan oleh cicit dari Ong Kino, Suryadi Ukim. sekitar 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Boen Keng, didatangi oleh Bupati Sumedang Pangeran Soeria Atmadja yang melintas menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja, Sumedang. 

Bupati Sumedang melihat Ong Boen Keng sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja turun karena mencium makanan yang sedang digoreng Ong Boen sangat harum.

Pangeran Soeria Atmadja bertanya, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)".

Sang kakek menjawab sebisanya dan menjelaskan makanan yang sedang digoreng berasal dari tahu. Bupati pun mencicip satu. Setelah mencicipi, Bupati puas, "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!".

Tahu Bungkeng

Tahu Bungkeng cikal bakal tahu sumedang. (Foto: Instagram)
Tahu Bungkeng cikal bakal tahu sumedang. (Foto: Instagram)

Sebelum tahu Sumedang termasyur, Ong Kino dan istrinya, imigran China memproduksi tahu bungkeng. Konon tahu bungkeng adalah perintis atau cikal bakal dari tahu Sumedang. 

Suryadi Ukim, cicit dari Ong Kino mengaku sangat bangga hasil olahan kakek buyutnya menjadi ikon Sumedang menghidupi keluarga, dan ratusan pengusaha tahu Sumedang serta para pegawainya.

Tahu bungkeng yang jadi cikal bakal tahu sumedang makin melesat dan terkenal sejak dikelola secara yang modern pada awal 1970-an. Batu penekan gilingan kedelai sebagai bahan baku tahu sudah diganti menjadi mesin. 

Walaupun bahan baku tahu itu sama dan hanya kedelai, tetapi setiap pabrik dan pengusaha tahu mempunyai resep yang berbeda-beda dan merupakan rahasia perusahaan. 

Saat ini tercatat lebih dari 400 pengusaha tahu yang memperkerjakan ratusan bahkan ribuan orang. Bukan hanya yang mengolah tahu tapi juga yang menggoreng sampai menjajakan dan pedagang tahu Sumedang di kios-kios kecil pinggir jalan sampai asongan di bus. 

Bahkan saat Lebaran, rata-rata setiap hari bisa terjual tahu Sumedang di atas 2 juta buah. Sementara harga tahu sumedang bervariasi Rp500-600 per buah. Sehingga secara kasar omzet hampir Rp1 miliar per hari.

Editor: Agus Warsudi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut