Kecelakaan Maut di Bogor, Pria Tewas Mengenaskan Tertabrak KRL Jakarta-Nambo
BOGOR, iNews.id – Insiden kecelakaan maut di pelintasan kereta api kembali memakan korban jiwa. Seorang pria ditemukan tewas mengenaskan setelah tertemper Kereta Commuterline (KRL) di jalur perlintasan Jakarta-Nambo, kawasan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (8/6/2026).
Kuatnya hantaman dari rangkaian kereta membuat tubuh korban terpental jauh hingga sejauh 500 meter dari titik awal lokasi kejadian.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Selain dipenuhi lumuran darah, kondisi tubuh korban dilaporkan terputus menjadi dua bagian.
Tak lama kemudian, petugas keamanan stasiun bersama aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melakukan sterilisasi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi potongan tubuh korban yang terpisah sejauh setengah kilometer tersebut.
Saksi mata, Umi Zen menuturkan, sebelum insiden maut itu terjadi, beberapa warga sempat melihat korban sedang beraktivitas dan berjalan di area terlarang sepanjang rel kereta Commuterline.
Namun, di saat bersamaan, mendadak muncul rangkaian kereta KRL yang datang dari arah Jakarta menuju ke stasiun tujuan akhir Nambo. Korban diduga kuat melamun atau tidak mendengar suara klakson peringatan yang dibunyikan masinis.
"Awalnya dia memang sedang berada di area rel kereta. Tapi tiba-tiba ada kereta datang dari arah Jakarta menuju Nambo. Korban sepertinya tidak mendengar ada kereta lewat, sampai akhirnya langsung tertemper dan meninggal dunia seketika di lokasi," ungkap Umi Zen.
Petugas yang menangani kasus ini langsung mengumpulkan sisa barang berharga milik korban untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, guna kepentingan visum et repertum serta penyidikan menyeluruh, seluruh potongan jasad korban langsung dibawa oleh petugas ambulans menuju Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Akibat insiden ini, perjalanan KRL Commuterline rute Jakarta-Nambo sempat mengalami sedikit perlambatan operasional saat proses evakuasi jasad berlangsung, sebelum akhirnya jalur rel dinyatakan steril dan kembali dapat dilintasi secara normal oleh PT KAI.
Editor: Kastolani Marzuki