Kasus Bayi Dimakan Anjing di Garut Direka Ulang, Persalinan Dilakukan Pelaku di WC

Ii Solihin · Senin, 16 Agustus 2021 - 15:50:00 WIB
Kasus Bayi Dimakan Anjing di Garut Direka Ulang, Persalinan Dilakukan Pelaku di WC
Pelaku pembuang bayi yang jasadanya dimakan anjing menunjukkan proses persalinannya di WC belakang rumah di Kampung Cicarileu, Kecamatan Cikajang, Garut. (Foto: iNewsTv/Ii Solihin).

GARUT, iNews.id - Kasus ibu membuang bayi hingga jasadnya dimakan anjing direkonstruksi oleh Satreskrim Polres Garut. Dalam reka ulang itu terungkap, tersangka S (28) melakukan proses persalinan sendiri di WC sebelum akhirnya bayi yang dilahirkannya dibuang di kebun pisang.

Terdapat 20 adegan yang diperagakan S saat rekonstruksi dilakukan di Kampung Cicarileu, Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Senin (16/8/2021). Rekonstruksi ini pun sempat menjadi tontonan warga karena merasa penasaran dengan kejadian yang sempat menggegerkan beberapa waktu lalu.

Dalam rekonstruksi itu, S menunjukkan dan memperagakan saat persalinan di WC kemudian bayi tersebut dibungkusnya dengan keresek dan ditenteng menuju kebun pisang yang berada di belakang rumah. Setelah tiba di lokasi, jasad bayi tersebut dikubur tepat di bawah sebuah pohon pisang berukuran besar.

Proses rekonstruksi ini pun dilakukan dengan pengawalan ketat anggota kepolisian. Pelaku dengan mengenakan rompi oranye tampak pasrah dan mengikuti setiap instruksi untuk memperagakan adegan dari awal hingga akhir.

"Bayi yang baru dilahirkan oleh pelaku dibuang ke kebun pisang yang tak jauh dari belakang rumahnya. Namun baru semalam dibuang, jasad bayi yang dibuang malah dimakan anjing hingga terpotong-potong," kata Kasat Reskrim Polres Garut.

Sampai saat ini, polisi hanya menemukan kaki kiri sisa potongan tubuh bayi. Sementara kepala dan organ tubuh lain sudah habis dimakan anjing.

Polisi masih terus melekakukan pemeriksaan terhadap tersangka agar kasus tersebut bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Dalam kasus ini pelaku dijerat Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 

Editor : Asep Supiandi

Bagikan Artikel: