Kapolda Jabar Sebut Penganiayaan 2 Remaja oleh Habib Bahar Kasus Biasa

Yogi Pasha ยท Kamis, 20 Desember 2018 - 14:19:00 WIB
Kapolda Jabar Sebut Penganiayaan 2 Remaja oleh Habib Bahar Kasus Biasa
Habib Bahar bin Smith (ketiga kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan perdana di Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). Habib Bahar telah ditahan atas dugaan penganiayaan dua remaja, Sabtu (1/12/2018) di Bogor

BANDUNG, iNews.id – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menyebutkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar bin Smith terhadap dua remaja, merupakan perkara kejahatan biasa.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menyebutkan kasus penganiayaan yang dilakukan Bahar bin Smith masuk kategori biasa. Kasus penganiayaan semacam itu sudah sering ditangani Polda Jabar.

“Kasusnya itu biasa-biasa saja,” ucap Agung usai apel gelar pasukan pengamanan Natal dan tahun baru 2018 di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (20/12/2018).

Agung menyatakan, ada beberapa indeks kejahatan yang kerap terjadi di Jabar di antaranya pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), narkotik dan penganiayaan.

Bahkan berdasarkan data yang masuk, kasus penganiayaan yang dilaporkan ke jajaran Polda Jabar dari Januari 2018 hingga hari ini totalnya 851 kasus. Kasus penganiayaan Bahar termasuk di dalamnya. “Jadi menurut saya ya seperti itu, biasa saja,” ujarnya.

Seperti diketahui, Habib Bahar bin Smith ditahan di sel tahanan Polda Jabar usai menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik. Bahar diduga terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). Keduanya dianiaya lantaran mengaku-ngaku sebagai Bahar saat di Bali.

Keduanya dianiaya di Pondok Pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin di Pabuaran, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ponpes itu diketahui milik Bahar.

Atas kasus itu, Bahar sudah ditetapkan tersangka. Polisi menjerat Habib Bahar dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 ayat (2), Pasal 351 ayat (2), Pasal 333 ayat (2) dan Pasal 80 Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Editor : Maria Christina