Kapal Nelayan Pantura Indramayu Tenggelam Dihantam Ombak, 1 Tewas dan 1 Hilang

Toiskandar ยท Sabtu, 06 Juni 2020 - 06:03 WIB
Kapal Nelayan Pantura Indramayu Tenggelam Dihantam Ombak, 1 Tewas dan 1 Hilang
Lokasi penemuan jenazah nelayan yang sempat hilang setelah kapal motornya dihantam gelombang tinggi di Kabupaten Indramayu, Jabar, Jumat (5/6/2020). (Foto: iNews/Toiskandar)

INDRAMAYU, iNews.id - Gelombang setinggi 2 meter di perairan Laut Jawa mengakibatkan kapal motor yang ditumpangi dua nelayan asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat (Jabar), tenggelam. Satu nelayan ditemukan tewas sedangkan seorang lagi hingga kini masih dalam pencarian.

Korban bernama Rasipan (40), warga Desa Tambak, Kabupaten Indramayu, ditemukan tidak bernyawa oleh sejumlah nelayan yang melakukan pencarian sejak Kamis malam. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka, Jumat (5/6/2020).

Keluarga korban langsung menangis histeris melihat jasad Rasipan yang sudah terbujur kaku. Keluarga kemudian memakamkan korban di tempat pemakaman umum desa setempat

Menurut informasi yang diperoleh iNews, jenazah korban ditemukan di sekitar muara blok Bondol, Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, Indramayu, atau sekitar 3 kilometer (km) dari lokasi kejadian. Kondisi jenazah korban mengapung dan sudah bercampur dengan pasir.

Menurut sepupu korban, Karnata, korban sebelumnya melaut pada hari Rabu lalu (3/6/2020). Korban berangkat bersama anak buahnya bernama Opik, warga Desa Babadan, Kecamatan Sindang, sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, kondisi gelombang masih tenang.

Kedua korban berencana mencari ikan di sekitar perairan Indramayu, tepatnya di sekitar Desa Cantigi. Saat kedua korban hendak pulang dan memasuki Muara Karangsong, tiba-tiba datang gelombang tinggi sekitar 2 meter lebih dan langsung menghantam kapal motor.

Kapal motor tersebut langsung terbalik dan kedua korban hilang ditelan ombak. Sementara kapal motor korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh para nelayan sekitar ke pinggir pantai.

"Ketemunya tadi di sekitar Desa Cantigi, enggak jauh dari lokasi mereka mencari ikan. Satu lagi belum ditemukan, masih dicari," kata Karnata.

Kepala SAR Cirebon, Imam Rosyadi mengatakan, hingga kini, petugas gabungan dari SAR Cirebon, TNI Angkatan Laut, Polair Polres Indramayu dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih mencari satu korban lainnya. Namun, karena kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk melakukan pencarian, petugas hanya menelusuri sepanjang bibir pantai dari Desa Karangsong hingga ke wilayah Balongan.

"Tadi satu orang kami temukan dekat pantai, jaraknya sekitar 1,5 sampai 2 km dari darat. Beberapa hari terakhir memang kondisi gelombang cukup tinggi sesuai prediksi BMKG. Kami masih terus mencari satu korban lagi," kata Imam Rosyadi.


Editor : Maria Christina