Kantor BPJS Kesehatan Cimahi Mendadak Lockdown, Pelayanan Terganggu

Adi Haryanto · Senin, 08 Maret 2021 - 15:58:00 WIB
Kantor BPJS Kesehatan Cimahi Mendadak Lockdown, Pelayanan Terganggu
Warga sedang mengantre di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, sebelum di-lockdown. (Foto/Dok.MPI)

CIMAHI, iNews.id - Kantor BPJS Kesehatan di Jalan Sangkuriang Nomor 65, Kota Cimahi di-lockdown, Senin (8/3/2021). Penutupan kantor tersebut menyusul adanya dua pegawai BPJS Kesehatan Kota Cimahi yang terpapar Covid-19.

Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu karena area perkantoran di-lockdown. Sejumlah warga yang hendak ke kantor BPJS Kesehatan Kota Cimahi terpaksa balik kanan. 

Informasi yang diperoleh pegawai tersebut dinyatakan positif Covid-19 seusai menjalani swab test pada Senin (1/3/2021). Guna menghindari penularan, kantor BPJS Kesehatan Kota Cimahi terpaksa harus tutup. 

"Ada dua pegawai kami yang positif Covid-19, jadi kantor ditutup, otomatis pelayanan ke masyarakat terhambat," kata staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Cimahi Deni Haryo saat dihubungi, Senin (8/3/2021).

Penutupan kantor tersebut sebagai upaya sterilisasi mengingat dikhawatirkan ada virus tertinggal yang bisa menularkan ke pegawai lain. Dua pegawai itu juga diketahui positif saat akan menjalani vaksinasi di Puskesmas Cipageran, Cimahi. Karena terpapar, rencana vaksinasi dibatalkan. 

Deni menyayangkan informasi yang beredar luas di masyarakat bahwa pegawai BPJS Kesehatan yang positif Covid-19 ada lima. Padahal informasi itu tidak benar, karena yang positif hanya dua orang. Mereka pun kini sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. 

"Informasi lima pegawai yang positif seperti banyak beredar di masyarakat, tidak benar. Faktanya hanya ada dua," ujarnya. 

Dikatakannya, selama kantor ditutup maka pelayanan peserta BPJS Kesehatan untuk sementara ini dipindahkan ke Kantor BPJS Kesehatan Cabang Bandung Barat. Sedangkan pegawai yang tidak terpapar, mereka menjalankan aktivitas pekerjaan seperti biasa namun dilakukan dari rumah. 

"Pelayanan kami alihkan dulu ke KBB dan itu pun berkas dititip ke satpam. Jadi tidak ada kontak langsung masyarakat dengan pegawai," ucapnya. 

Editor : Asep Supiandi